![]() |
| PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan adanya peningkatan permintaan terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi. |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan adanya peningkatan permintaan terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi. Kenaikan permintaan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan harga yang cukup besar dengan BBM nonsubsidi.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penerapan program biodiesel B50 di Indonesia.
Menurut dia, perbedaan harga antara Biosolar subsidi dengan produk BBM nonsubsidi mendorong peningkatan permintaan terhadap Biosolar subsidi.
“Namun memang saat ini dengan adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara Biosolar B50 subsidi dengan produk-produk nonsubsidi tentu saat ini ada peningkatan demand dari sektor Biosolar subsidi,” ujar Mars Ega dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).
Implementasi B50
Mars Ega menjelaskan, penerapan biodiesel B50 saat ini telah menjangkau sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia.
Program B50 merupakan kebijakan pencampuran biodiesel berbasis minyak sawit dengan bahan bakar solar dalam komposisi 50 persen.
Namun, meningkatnya permintaan terhadap Biosolar subsidi menjadi perhatian Pertamina karena adanya perbedaan harga dengan produk nonsubsidi.
Pertamina Patra Niaga pun menghadapi tantangan untuk memastikan penyaluran Biosolar subsidi tetap tepat sasaran di tengah tingginya permintaan.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi dalam pelaksanaan program biodiesel B50 yang kini terus diperluas di Indonesia.
