MTQ XIX Balangan Resmi Dibuka, 357 Peserta Ikuti 28 Cabang Lomba

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XIX tingkat Kabupaten Balangan resmi dibuka di Lapangan Bola Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Jumat (2/10/2026).

SUARAMILENIAL.ID, PARINGIN — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XIX tingkat Kabupaten Balangan resmi dibuka di Lapangan Bola Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Jumat (2/10/2026).

Pembukaan MTQ dipimpin Bupati Balangan Abdul Hadi bersama Wakil Bupati Balangan Akhmad Fauzi. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni 2-4 Oktober 2026.

Pembukaan MTQ XIX turut diramaikan parade kafilah dari delapan kecamatan di Kabupaten Balangan serta bazar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Balangan Abdul Hadi berharap pelaksanaan MTQ dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Balangan di tingkat provinsi.

“Semoga peringkat Kabupaten Balangan di MTQN tingkat provinsi bisa meningkat,” ujar Abdul Hadi.

Harapan serupa disampaikan Ketua DPRD Balangan Hj Lindawati. Ia berharap para peserta yang berhasil meraih juara dapat menjadi wakil Balangan pada ajang MTQ tingkat provinsi.

Menurut dia, prestasi yang diraih para peserta nantinya diharapkan dapat membawa nama Balangan lebih baik di tingkat provinsi.

MTQ XIX Kabupaten Balangan tahun ini mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit Dengan Al-Qur’an, Membangun Jiwa yang Bersih dan Masyarakat Juai yang Madani.”

Ketua Panitia MTQ XIX Balangan, Nanang Edward, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Balangan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dukungan pemerintah daerah, kata dia, salah satunya diwujudkan melalui dana hibah yang bersumber dari APBD 2026 sebesar Rp 1,5 miliar.

Sebanyak 357 peserta dari delapan kecamatan mengikuti MTQ XIX Kabupaten Balangan. Mereka akan berkompetisi dalam 28 cabang lomba yang digelar selama pelaksanaan MTQ.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.


Lebih baru Lebih lama