Demi Naik Kelas, Ratusan Petani Sawit Tala Kalsel Ikuti Pelatihan Teknis dari AKPY-STIPER

130 petani sawit dari Tala Kalsel ikuti pelatihan teknis dari AKPY STIPER di Banjarmasin. Foto-Muhammad Robby/SUARAMILENIAL

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) menggelar pelatihan teknis budidaya kelapa sawit di Banjarmasin pada 30 April hingga 4 Mei 2024. 


Kegiatan tersebut diikuti 130 orang petani dari Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. 


Wakil Direktur AKPY STIPER, Idum Satia Santi mengatakan kegiatan ini didukung penuh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).


Termasuk Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan). 


“Ini merupakan salah satu program yang berhubungan dengan pengembangan sumberdaya manusia,” ucap Idum Satia Santi, Selasa (30/4) siang. 


Wakil Direktur AKPY STIPER, Idum Satia Santi. Foto-Muhammad Robby/SUARAMILENIAL

Ia menyebutkan dua program pengembangan sumberdaya manusia yang kerap dilaksanakan. 


Di antaranya pelatihan teknis dan pemberian beasiswa. 


“Perkebunan kelapa sawit ini sangat luar biasa. Tak ada komoditas unggulan memberikan devisa sebesar kelapa sawit di dunia,” katanya. 


“Apalagi dengan adanya program replanting dan PSR, sehingga diperlukan SDM unggul,” sambungnya.


Tujuannya, kata dia, tak lain agar produksi sawit rakyat ini sesuai dengan yang diharapkan.


“Produktivas sawit rakyat selama ini masih rendah, dan kalah apabila dibandingkan perusahaan,” tegasnya.


Karena itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas SDM di sektor kelapa sawit. 


Salah satunya dengan mendidik sebanyak 996 orang petani sawit pada lima provinsi di Indonesia.


Di antaranya Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat.


Ia pun hakul yakin petani sawit bisa naik kelas dengan adanya berbagai pelatihan yang digelar.


Pasalnya selama ini petani dipandang sebelah mata.


“Dengan dilatih, para petani memiliki pengetahuan unggul sehingga produksi kebun meningkat. Alhasil kesejahteraan juga akan meningkat,” cetusnya. 


Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, Faried Widyatmoko. Foto- Muhammad Robby/ SUARAMILENIAL

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, Faried Widyatmoko berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit. 


“Apalagi perkebunan kelapa sawit di Tanah Laut terus mengalami perkembangan. Bahkan setiap tahun untuk luasan lahan juga bertambah,” katanya.


“Sehingga memberikan dampak ekonomi yang positif,” tambahnya. 


Berdasarkan catatan pihaknya, terdapat 6.667 kepala keluarga yang menggeluti kelapa sawit rakyat di Tala. 


“Artinya masih banyak yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan semacam ini. Setelah pelatihan ini, diharapkan mereka bisa mentransfer ilmunya ke petani lain,” imbuhnya. 


Salah satu peserta, Bahrani. Foto-Muhammad Robby/ SUARAMILENIAL


Si sisi lain, salah satu peserta, Bahrani mengatakan pelatihan teknis ini sangat bermanfaat.


Kini, dirinya telah mengatahui bagaimana memilih bibit yang berkualitas dan pupuk terbaik.


“Di Tala kan banyak para pemula. Mereka hanya tahu menanam, namun tak bisa memilih bibit berkualitas,” bebernya. 


Selain itu, ia juga bisa mengetahui manfaat dari kelapa sawit. 


Pasalnya, selama ini kelapa sawit dipandang negatif dan dikampanyekan merusak lingkungan.


“Setelah mendapat penjelasan, ternyata minyak sawit itu bagus,” tutupnya.


Reporter : Tim Redaksi

Editor      : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama