SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan melanjutkan Program Sahabat Inspiratif dengan menggelar pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan alat bantu disabilitas senilai Rp50 juta.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Disabilitas Borneo ini diikuti 20 peserta. Mereka mendapatkan pelatihan menjahit tas berbahan kain sasirangan, kerajinan manik-manik, serta menerima bantuan berupa lima kursi roda, lima tongkat netra, dan 20 pasang sepatu untuk penyandang cerebral palsy.
Selain peserta utama, lima warga dari Kampung Wisata Religi Kubah Basirih—desa binaan Pelindo—juga ikut terlibat sehingga memperluas dampak program.
Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, serta instruktur dari D’Lamiz.
Diah Sri Hadiati, Supervisor TJSL Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, mengatakan pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sudah berjalan sejak 2023.
“Kami percaya keberlanjutan pelatihan sangat penting agar peserta benar-benar menguasai keterampilan, sehingga mampu meningkatkan kemandirian mereka. Bantuan alat bantu juga diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup sahabat-sahabat di Rumah Disabilitas Borneo,” ujarnya.
Ketua Rumah Disabilitas Borneo, Norhidayah, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program Sahabat Inspiratif ini. Peserta tidak hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga motivasi untuk lebih percaya diri dan mandiri. Bantuan alat bantu yang diberikan pun sangat bermanfaat bagi anggota kami,” katanya.
Program ini juga menghadirkan narasumber Hamdanah dari D’Lamiz, yang memberikan pelatihan keterampilan dasar dan lanjutan menjahit tas berbahan kain sasirangan.
Pelindo berharap keterampilan tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi penyandang disabilitas, sekaligus melestarikan kain khas Kalimantan Selatan sebagai identitas budaya lokal.
Dengan konsistensi selama tiga tahun terakhir, Pelindo menegaskan komitmennya menghadirkan inisiatif sosial yang berdampak nyata.
Sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, dan komunitas diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan setara untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Editor : Muhammad Robby