![]() |
| Kabiddokkes Polda Kalsel, Kombes Dr Muhammad El Yandiko. Foto-Amrullah/suaramilenial.id |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Delapan jenazah korban jatuhnya helikopter BK117-D3 dengan registrasi PK-RGH milik PT Eastindo Air rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Huegeng Imam Santoso Polda Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Kamis, 4 September 2025.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kalsel, Komisaris Besar Muhammad El Yandiko, mengatakan saat ini jenazah masih dalam proses evakuasi dari lokasi jatuhnya helikopter di Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu.
“Perkiraan sekitar tiga jam ke depan atau sore nanti baru tiba di rumah sakit,” kata Yandiko kepada wartawan.
Pihak rumah sakit telah menyiapkan posko Ante Mortem DVI Polda Kalsel untuk proses identifikasi.
Tim sudah diarahkan mengumpulkan data awal terkait ciri fisik, identitas, maupun petunjuk lain yang bisa mempermudah pemeriksaan.
Menurut Yandiko, durasi proses identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah.
“Kalau kondisinya masih utuh, bisa lebih cepat. Tapi kalau sudah tidak memungkinkan, harus melalui tes DNA, dan itu memakan waktu lama,” ujarnya.
Dari delapan jenazah yang ditemukan, tiga di antaranya merupakan warga negara asing, masing-masing berasal dari Brasil, India, dan Amerika Serikat.
Yandiko menambahkan, Polda Kalsel akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait pemulangan jenazah WNA.
Helikopter Eastindo Air hilang kontak sejak Senin, 1 September 2025, dalam penerbangan dari Bandara Kotabaru menuju Palangkaraya.
Pesawat nahas itu ditemukan pada Rabu siang, 3 September, di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe.
Tim SAR gabungan menemukan bangkai helikopter pada pukul 14.45 WITA.
Sekitar satu jam kemudian, mereka menemukan korban pertama berjarak 100 meter dari lokasi reruntuhan.
Reporter : Amrullah
Editor : Muhammad Robby
