SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Ribuan massa dari berbagai elemen, mulai mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online (ojol), hingga masyarakat umum, menggeruduk Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/9) siang.
Mereka menyuarakan tujuh tuntutan yang kemudian langsung disampaikan kepada Ketua DPRD Kalsel Supian HK.
Massa sempat mendesak Supian HK keluar menemui mereka.
Tak lama, Supian didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan serta anggota DPRD Kalsel Rosehan Anwar, duduk bersama para demonstran di depan gerbang gedung dewan.
Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Adi Jayadi, membacakan tujuh tuntutan, antara lain:
1. Menolak kenaikan tunjangan DPR.
2. Menuntut reformasi Polri.
3. Mengusut tuntas kasus kematian driver ojol Affan Kurniawan.
4. Menolak pembangunan Taman Meratus.
5. Mengevaluasi alokasi anggaran negara.
6. Meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
7. Menggesa pengesahan RUU Perampasan Aset dan Perlindungan Masyarakat Adat.
“Kita dengarkan jawaban wakil rakyat kita. Kita bedah isi kepala wakil rakyat kita,” ujar Adi dari atas mobil pikap.
Menanggapi itu, Supian HK langsung menandatangani dokumen tuntutan yang disodorkan massa.
“Kalau kepentingan masyarakat, saya Supian HK siap mendengarkan dan menandatangani permintaan. Saya dipilih rakyat, maka saya harus mendengar aspirasi kalian,” tegasnya.
Supian berjanji akan membawa tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kalau nanti di Jakarta sudah kondusif, saya langsung berangkat membawa tuntutan ini. Jika tidak diterima, jabatan saya yang akan saya pertaruhkan,” katanya disambut tepuk tangan demonstran.
Reporter : Amrullah
Editor : Muhammad Robby
