KPI Tegur “Ipar Adalah Maut The Series” karena Muatan Seksualitas

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan teguran tertulis kepada program Ipar Adalah Maut The Series yang tayang di stasiun MDTV. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan teguran tertulis kepada program Ipar Adalah Maut The Series yang tayang di stasiun MDTV. 

Teguran tersebut dikeluarkan pada Kamis (20/11), setelah KPI menilai program itu menampilkan muatan yang mengesankan penggambaran seksualitas.

Dalam keterangan resmi di laman KPI, tayangan yang dipersoalkan ditayangkan pada 3, 4, dan 6 November 2025 pukul 19.30 WIB dengan klasifikasi R13+. 

Berdasarkan hasil pemantauan dan rapat pleno, KPI menyimpulkan terdapat pelanggaran terhadap sejumlah ketentuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Program menampilkan beberapa muatan yang mengesankan penggambaran seksualitas. Aturan dalam P3SPS tegas mengatur hal ini. Penggambaran seperti ini tidak pantas ada dalam tayangan berklasifikasi R,” tulis KPI dilansir CNN Indonesia, Selasa (25/11).

Langgar Sembilan Pasal

KPI menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut mencakup sembilan pasal dalam P3SPS, salah satunya Pasal 4 yang dengan tegas melarang program berklasifikasi R menampilkan muatan berbau seksualitas. 

KPI mengingatkan bahwa lembaga penyiaran harus memahami batasan tersebut karena penonton televisi tidak hanya terdiri dari orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja.

“Jangan sampai hal ini mendorong remaja untuk mencontoh atau belajar perilaku-perilaku yang tidak pantas,” ujar KPI.

MDTV Beri Klarifikasi

Pihak MDTV, menurut KPI, telah memberikan klarifikasi melalui perwakilannya. 

Meski demikian, lembaga penyiaran tetap dijatuhi sanksi berupa teguran tertulis.

KPI meminta MDTV dan seluruh lembaga penyiaran lebih berhati-hati dalam menyajikan program, terutama yang ditujukan bagi penonton remaja.

“Kami berharap pelanggaran ini tidak terulang sehingga tayangan tetap aman dan ramah ditonton, terutama bagi anak dan remaja,” ujar KPI dalam penutup rilisnya.

Editor : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama