![]() |
| Pemerintah Kota Banjarmasin mengintensifkan pemeliharaan daerah aliran sungai (DAS) dan jaringan drainase sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Foto-Dok RRI |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin mengintensifkan pemeliharaan daerah aliran sungai (DAS) dan jaringan drainase sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.
Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah kota yang berada di bawah permukaan laut tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah mengatakan, kegiatan pemeliharaan ini menjadi prioritas utama pemerintah kota mengingat intensitas hujan yang mulai meningkat.
Fokus penanganan diarahkan ke kawasan rawan genangan, seperti Kayu Tangi di Kecamatan Banjarmasin Utara, yang kerap terdampak saat hujan deras dan air pasang tinggi.
“Kondisi geografis Banjarmasin yang sebagian besar berada di bawah permukaan laut membuat fungsi drainase harus benar-benar optimal. Ini tantangan besar bagi kami,” ujar Suri, di Banjarmasin, Jumat (7/11/2025).
Menurut Suri, panjang jaringan drainase yang dibutuhkan untuk melayani seluruh kawasan kota diperkirakan mencapai 300 kilometer.
Namun, hingga kini baru sekitar 15 persen dari total jaringan itu yang tertangani.
Karena itu, pembangunan dan pembenahan drainase menjadi program prioritas hingga 2026 sesuai visi Wali Kota Muhammad Yamin HR dan Wakil Wali Kota Ananda.
Tantangan Geografis dan Dampak Pembangunan
Banjarmasin yang berada sekitar 16 sentimeter di bawah permukaan laut menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan air.
Selain faktor geografis, pesatnya pembangunan turut mempersempit area resapan alami.
“Sekitar 60 persen dari total 9.800 hektare wilayah kota sudah terbangun. Banyak pembangunan dilakukan dengan pengurukan tanah sehingga mengurangi daya resap dan jalur pembuangan air alami,” ujar Suri.
Untuk itu, pemerintah kota berencana memperketat penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar tidak terjadi pembangunan di atas aliran sungai maupun zona hijau yang berfungsi sebagai jalur air.
Libatkan Masyarakat dan Dana Kelurahan
Suri menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat.
Warga diminta tidak membuang sampah ke saluran air dan menghindari pembangunan di atas sungai atau drainase.
Selain itu, pemerintah mendorong pemanfaatan dana kelurahan untuk kegiatan pemeliharaan drainase berskala lokal.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat penanganan banjir dari tingkat lingkungan secara berkelanjutan.
“Penanganan banjir memerlukan upaya komprehensif — mulai dari rehabilitasi, pembangunan, hingga pemeliharaan infrastruktur sungai dan drainase. Semua harus berjalan seiring dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat,” kata Suri.
Dengan langkah antisipatif ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berupaya memastikan kesiapsiagaan menghadapi curah hujan ekstrem, sekaligus menjaga agar kota tetap aman dan nyaman di tengah tantangan banjir musiman.
Editor : Muhammad Robby
