
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA —Empat desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dikepung bencana alam setelah hujan deras mengguyur wilayah Sojol dan Dampelas. Banjir, longsor, hingga banjir rob datang bersamaan dan membuat warga harus ekstra waspada.
Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa banjir melanda Desa Tonggolibibi dan Desa Rerang, sedangkan Desa Sabang terkena longsor. Sementara itu, Desa Lende Tovea Sirenja diterjang banjir rob.
Banjir Setinggi 1 Meter, Rumah & Sawah Ikut Terendam
Banjir di Tonggolibibi dan Rerang merendam rumah warga hingga setinggi 1 meter. Hujan tanpa jeda membuat debit air naik drastis sampai akhirnya tanggul jebol dan air mengalir ke pemukiman serta area persawahan.
Sejumlah fasilitas umum juga rusak, mulai dari tanggul, saluran drainase, jembatan gantung, SDN 10 Sojol, hingga 1.350 hektare sawah yang ikut terendam.
Banjir Rob Terjang Fasilitas Pemerintah
Di Desa Lende Tovea Sirenja, banjir rob membuat kantor desa dan SDN 3 Sirenja terendam air. Aktivitas warga otomatis terganggu, terutama pelayanan publik dan kegiatan belajar.
Longsor Goyang Desa Sabang, 10 Rumah Terdampak
Kondisi tak kalah parah terjadi di Desa Sabang. Longsor menggerus pinggir sungai hingga mengancam permukiman. Sebanyak 10 rumah dan satu bangunan majelis taklim terdampak.
Akris menyebut penyebab longsor adalah pengikisan sungai yang makin parah akibat debit air yang tinggi.
Kebutuhan Mendesak Warga
BPBD Sulteng mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya:
• Normalisasi sungai
• Perbaikan tanggul
• Perbaikan jembatan
• Bantuan bibit dan pupuk bagi petani yang terdampak
Warga berharap penanganan cepat karena sebagian besar mata pencaharian mereka bergantung pada pertanian.
Sumber : CNN Indonesia