Brahim Diaz Antiklimaks di Final Piala Afrika 2025, Gagal Penalti Panenka

 

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Bintang timnas Maroko, Brahim Diaz, mengalami momen antiklimaks di partai final Piala Afrika 2025. Pemain yang tampil gemilang sepanjang turnamen tersebut gagal mengeksekusi penalti dengan gaya panenka, sebuah kegagalan yang akhirnya berujung pada kegagalan Maroko meraih gelar juara.

Dalam perjalanan menuju final, Brahim Diaz menjadi sosok sentral permainan Maroko. Ia tampil sebagai mesin gol utama dengan koleksi lima gol hingga babak semifinal, sekaligus menjadi tumpuan serangan tim dalam upaya menembus partai puncak.

Laga final yang berlangsung penuh tensi dan kontroversi menghadirkan momen krusial bagi Brahim Diaz. Ia menjadi aktor utama saat Maroko mendapat hadiah penalti di masa injury time. Keputusan wasit yang sempat dikaji melalui VAR membuat eksekusi penalti tertunda, terlebih setelah terjadi protes keras dari para pemain Senegal.

Penalti tersebut baru bisa dieksekusi pada menit ke-114. Brahim Diaz yang maju sebagai algojo memilih mengeksekusi penalti dengan cara panenka ke arah tengah gawang. Namun keputusan tersebut berujung fatal, karena kiper Senegal, Edouard Mendy, sama sekali tidak bergerak dan dengan mudah mengamankan bola.

Kegagalan tersebut membuat skor tetap imbang tanpa gol, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Senegal.

Pada babak extra time, tepatnya menit ke-94, Pape Gueye berhasil memecah kebuntuan. Dalam ruang tembak yang sempit, pemain Senegal itu melepaskan tendangan kaki kiri yang meluncur ke pojok kiri atas gawang Maroko dan tak mampu dijangkau penjaga gawang.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Senegal berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus memastikan diri keluar sebagai juara Piala Afrika 2025 di tanah Maroko.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama