![]() |
| Debit air di wilayah Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus meningkat dan mulai merendam sejumlah kawasan permukiman. Foto-Amrullah/ Suara Milenial |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Debit air di wilayah Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus meningkat dan mulai merendam sejumlah kawasan permukiman.
Banjir dilaporkan terjadi di Komplek Herlina Perkasa Blok C–D RT 27 dan RT 28, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (2/1/2026) malam.
Pantauan di lapangan menunjukkan air sungai pasang secara tiba-tiba dan menggenangi jalan utama komplek serta teras rumah warga.
Ketinggian air di beberapa titik hampir mencapai lutut orang dewasa.
Akibat genangan tersebut, sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mematikan mesin dan mendorong kendaraannya menuju area yang lebih tinggi agar dapat melintas.
Salah seorang warga, Muhammad Rizky, mengatakan air di depan rumahnya telah melebihi mata kaki dan merendam teras rumah.
“Kalau di teras sudah terendam dan hampir masuk ke dalam rumah. Airnya sudah hampir selutut orang dewasa,” ujar Rizky.
Ia menyebutkan, kenaikan debit air mulai terjadi sejak sore hari dan hingga malam masih terus bertambah.
Menurut dia, warga khawatir banjir akan bertahan lama seperti kejadian beberapa tahun lalu.
“Airnya perlahan-lahan naik sejak sore. Mudah-mudahan tidak berlangsung lama seperti tahun 2021,” katanya.
Rizky mengingatkan, banjir besar pernah terjadi di kawasan tersebut sekitar lima tahun lalu, dengan ketinggian air melebihi lutut orang dewasa.
“Waktu itu kejadiannya juga bulan Januari. Airnya tinggi sekali sampai saya harus tidur di rumah tetangga yang posisinya lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbue Adie mengimbau warga yang terdampak banjir untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Saya mengimbau masyarakat yang terdampak banjir agar segera mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman atau lebih tinggi,” kata Dading saat dikonfirmasi.
Ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan aspek keselamatan listrik, terutama colokan atau instalasi yang berada di dekat lantai.
“Colokan listrik yang berada di lantai agar segera dipindahkan ke tempat yang aman. Kita tidak tahu apakah air akan terus naik. Kalau tertidur lelap dan air makin tinggi, itu bisa berbahaya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah rumah terdampak maupun rencana evakuasi warga.
Aparat kepolisian dan pihak terkait terus memantau perkembangan debit air di kawasan Sungai Andai.
Reporter : Amrullah
Editor : Muhammad Robby
