Harjad Batola ke-66, Gubernur Kalsel: Masak Habang Jadi Simbol Kebersamaan

Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-66 Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlangsung meriah dan penuh makna. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyebut perayaan Harjad Batola tahun ini sebagai simbol kuat kebersamaan masyarakat, khususnya melalui keberhasilan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memasak 100.000 porsi daging masak habang.Foto-Dok/RRI News

SUARAMILENIAL.ID
, MARABAHAN
— Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-66 Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlangsung meriah dan penuh makna. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyebut perayaan Harjad Batola tahun ini sebagai simbol kuat kebersamaan masyarakat, khususnya melalui keberhasilan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memasak 100.000 porsi daging masak habang.

Kegiatan masak massal tersebut digelar di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Minggu (4/1/2026) siang, dan menjadi magnet perhatian masyarakat. Hidangan khas Kalimantan Selatan itu dimasak secara serentak dalam jumlah fantastis, melibatkan partisipasi langsung warga serta jajaran pemerintah daerah.

Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman turut ambil bagian dalam prosesi memasak. Didampingi masing-masing istri, keduanya terlihat memasukkan daging ke dalam wajan besar, disusul Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi serta unsur Forkopimda yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Masak besar ini dikoordinatori oleh chef sekaligus kreator kuliner nasional Bobon Santoso. Sajian daging masak habang yang dikenal dengan cita rasa khasnya menjadi ikon utama acara sekaligus representasi kekayaan kuliner Kalimantan Selatan.

Keberhasilan tersebut secara resmi dicatatkan oleh MURI. Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngaderi, menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur H. Muhidin yang disaksikan langsung oleh Bupati Batola Bahrul Ilmi dan ribuan masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial atau pencatatan rekor semata.

“Ini adalah wujud gotong royong dan kebersamaan masyarakat Batola. Lewat kegiatan seperti ini, identitas budaya dan kuliner daerah bisa terangkat hingga ke tingkat nasional,” ujar Muhidin.

Ia juga berharap, momentum Harjad Batola ke-66 dapat menjadi pendorong semangat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus membangun Barito Kuala serta berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi menyampaikan bahwa tema Harjad Batola tahun ini, Merangkul Semua, Membangun Batola, mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Meski kita menghadapi penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) pada 2026 yang berdampak pada pembangunan, semangat kebersamaan dan gotong royong harus tetap menjadi kekuatan utama,” kata Bahrul Ilmi.

Perayaan Harjad Batola ke-66 semakin semarak dengan penampilan grup musik NDX AKA yang menghibur ribuan warga. Melalui rangkaian kegiatan ini, Barito Kuala diharapkan semakin dikenal luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sumber : RRI News

Lebih baru Lebih lama