SUARAMILENIAL.ID, KABUPATEN BANJAR — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Muhammad Hidayattollah, bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (4/1).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan serta jajaran pemerintah daerah setempat. Kehadiran mereka bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Muhammad Hidayattollah dan Gus Ipul menyusuri permukiman warga yang terendam banjir serta berdialog dengan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dan mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan warga selama masa tanggap darurat.
Selain melakukan peninjauan, rombongan juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, logistik pangan, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya guna meringankan beban masyarakat akibat banjir.
Muhammad Hidayattollah menegaskan bahwa kehadiran DPD RI di lapangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penanganan bencana dan penyaluran bantuan sosial.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah. Pengawasan ini penting agar penanganan bencana berjalan efektif, cepat, dan berpihak pada warga terdampak,” ujar Hidayattollah dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (5/1).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, kerja sama yang solid dibutuhkan tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci agar penanganan bencana dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.
