Kapolda Papua: Aksi KKB Sepanjang 2025 Tewaskan 94 Orang

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Petrus Patrige Rudolf Renwarin menyatakan, aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sepanjang 2025 telah menyebabkan 94 orang meninggal dunia. Foto-Republika

SUARAMILENIAL.ID, PAPUA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Petrus Patrige Rudolf Renwarin menyatakan, aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sepanjang 2025 telah menyebabkan 94 orang meninggal dunia. 

Data tersebut berasal dari 104 kasus gangguan keamanan yang tercatat di wilayah hukum Polda Papua.

“Sepanjang 2025, tercatat 104 kasus yang tersebar di 21 polres dan polresta pada tiga provinsi di Tanah Papua,” kata Petrus dilansir Republika, Papua, Rabu (31/12/2025).

Dari total korban meninggal, sembilan orang merupakan prajurit TNI, enam personel Polri, 64 warga sipil, dan 15 lainnya merupakan anggota KKB. 

Selain korban jiwa, aksi kekerasan tersebut juga mengakibatkan 120 orang luka-luka, terdiri atas 43 anggota TNI dan Polri, 64 warga sipil, serta lima anggota KKB.

Petrus menegaskan, aktivitas KKB masih menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua, serta menimbulkan rasa takut di kalangan warga.

Untuk menekan eskalasi kekerasan, Polda Papua mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah, DPRD, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam upaya menjaga stabilitas keamanan.

Menurut Petrus, peran para pemangku kepentingan tersebut penting untuk memperkuat pesan perdamaian di tengah masyarakat.

“Pemda, DPRD, dan para tokoh diharapkan tampil di garis depan untuk mendukung upaya perdamaian, sehingga situasi keamanan dapat lebih kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepolisian saat ini mengedepankan pendekatan humanis dalam penanganan gangguan keamanan di Papua. 

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjawab akar persoalan yang selama ini memicu kekerasan dan membangun rasa aman di tengah masyarakat.

“Pendekatan humanis menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan yang berkelanjutan di Tanah Papua,” kata Petrus.

Editor    : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama