SUARAMILENIAL.ID, YOGYAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan resmi memberikan izin kepada Bank Kalsel untuk beroperasi sebagai Bank Devisa. Izin tersebut diterbitkan pada 31 Desember 2025 dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Bank Kalsel di sektor keuangan regional.
Kepala OJK Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Media Update, Sosialisasi & Inovasi Keuangan Digital bersama insan pers se-Kalimantan di Yogyakarta, Selasa (13/1/2025).
“Izin Bank Kalsel sebagai Bank Devisa telah kami keluarkan. Namun, kami meminta agar Bank Kalsel benar-benar mempersiapkan diri sebelum mulai beroperasi, agar implementasinya sesuai harapan dan tidak menimbulkan risiko baru,” ujar Agus.
Menurutnya, OJK memberikan waktu persiapan antara tiga hingga enam bulan bagi Bank Kalsel untuk menuntaskan seluruh aspek kesiapan operasional.
“Untuk skala besar, batas maksimalnya enam bulan. Tapi kami berharap bisa lebih cepat, karena sudah ada potensi dari pengusaha dan pelaku industri di Kalimantan Selatan yang siap melakukan transaksi devisa melalui Bank Kalsel,” jelasnya.
Agus Maiyo menilai, potensi keuntungan Bank Kalsel setelah menyandang status Bank Devisa sangat besar. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, termasuk dengan melibatkan konsultan independen, nilai transaksi devisa diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp400 triliun.
Potensi tersebut semakin menguat seiring kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Sumber Daya Alam (DHE SDA). Saat ini, setiap transaksi ekspor wajib menempatkan devisa sebesar 100 persen di dalam negeri dan ditahan selama tiga bulan.
“Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Bank Kalsel untuk mengembangkan produk perbankan yang relevan. Misalnya, skema pinjaman atau back to back loan yang bisa dimanfaatkan eksportir selama masa penahanan devisa,” katanya.
Ia menegaskan, selain transaksi devisa reguler, kebijakan tersebut membuka ruang optimalisasi bisnis perbankan daerah.
“Intinya, potensi ini sangat besar dan bisa dimaksimalkan oleh Bank Kalsel untuk memperkuat kinerja dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah,” pungkas Agus Maiyo.
