PDIP Kalsel Tolak Pilkada oleh DPRD, Tegaskan Hak Politik Rakyat Harus Dijaga

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, mengatakan bahwa PDI Perjuangan berpandangan wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD tidak tepat dijadikan solusi atas persoalan politik uang dan mahalnya biaya politik. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk tetap tegak lurus dan sejalan dengan garis kebijakan serta keputusan partai di tingkat nasional. 


Sikap tersebut ditegaskan sebagai bagian dari konsistensi ideologis partai dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat.


Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, mengatakan bahwa PDI Perjuangan berpandangan wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD tidak tepat dijadikan solusi atas persoalan politik uang dan mahalnya biaya politik.


“Bagi PDI Perjuangan, persoalan utama pilkada bukan pada model pemilihannya, tetapi pada kelemahan sistemik yang masih terjadi. Mulai dari kualitas dan integritas peserta pemilu, pendidikan politik masyarakat yang belum optimal, transparansi pembiayaan politik, hingga penegakan hukum yang belum maksimal,” ujar Bang Dhin, Senin (19/1/2026).


Menurut dia, mengubah mekanisme pilkada langsung menjadi pilkada melalui DPRD justru berpotensi menggerus hak politik rakyat. 


Padahal, pilkada langsung merupakan salah satu capaian penting demokrasi pascareformasi yang memberi ruang partisipasi luas bagi masyarakat.


“Solusinya bukan dengan menarik kembali hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung, tetapi dengan memperkuat sistem, regulasi, dan penegakan hukum agar praktik-praktik menyimpang bisa ditekan,” kata Bang Dhin.


Ia menegaskan, PDI Perjuangan tetap berkomitmen menjaga prinsip kedaulatan rakyat sebagai roh demokrasi. 


Oleh karena itu, setiap wacana perubahan mekanisme politik harus dikaji secara mendalam dan tidak mengorbankan partisipasi publik.


Terkait rencana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan yang akan menyampaikan aspirasi kepada partai politik, Bang Dhin menyatakan PDI Perjuangan Kalsel bersikap terbuka dan siap berdialog.


“Kami dengan senang hati membuka ruang dialog. Mahasiswa dan generasi muda adalah bagian penting dalam demokrasi. Aspirasi mereka harus didengar dan dibahas secara konstruktif,” ujar Bang Dhin.


Ia menambahkan, komitmen PDI Perjuangan untuk menyerap aspirasi masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun demokrasi yang sehat, berkeadaban, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.


Editor : Muhammad Robby 

Lebih baru Lebih lama