Pemkot Banjarmasin Rancang Pola Baru Benahi Sekolah Pinggiran, Tak Lagi Sekadar Rehab Tambal Sulam

Pemkot Banjarmasin Rancang Pola Baru Benahi Sekolah Pinggiran, Tak Lagi Sekadar Rehab Tambal Sulam


SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menyiapkan pola baru untuk membenahi sekolah-sekolah di kawasan pinggiran. Fokusnya bukan lagi perbaikan kecil berulang, melainkan pembangunan gedung permanen yang lebih layak dan tahan lama.

Wali Kota Muhammad Yamin HR mengatakan, kebijakan ini lahir setelah dirinya turun langsung memantau sejumlah sekolah, salah satunya SDN Pemurus Dalam 4 di Banjarmasin Selatan.

Sekolah tersebut menampung sekitar 250 siswa, namun masih menghadapi keterbatasan ruang kelas, lahan sempit, hingga ancaman banjir tahunan.

“Anak-anak belajar dengan sarana terbatas, belum lagi sering banjir. Kondisi seperti ini tentu tidak ideal,” ujar Yamin.

Menurutnya, pendekatan lama berupa rehabilitasi kecil setiap tahun dinilai tidak efektif dan justru menguras anggaran. Ia ingin bangunan sekolah dibangun permanen dengan konstruksi yang lebih kuat agar tidak terus-menerus diperbaiki.

“Kita ingin bangun baru yang permanen dan bagus. Kalau strukturnya kuat, guru nyaman mengajar, siswa juga nyaman belajar,” tegasnya.

Selain kondisi gedung, akses menuju sekolah juga menjadi perhatian. Jembatan penghubung ke lokasi sekolah disebut memprihatinkan, bahkan pernah runtuh. Hal ini menyulitkan mobil operasional, termasuk distribusi program makan bergizi gratis yang terpaksa berhenti di tepi jalan.

“Ada aspirasi soal jembatan. Ini perlu dibangun ulang supaya akses aman. Penataan sungai di sekitar sekolah juga penting agar tidak lagi kebanjiran,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot tahun ini menganggarkan pembangunan lima sekolah baru dengan sistem penggabungan atau regrouping. Konsepnya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih modern, representatif, dan terintegrasi.

Yamin juga meminta Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin segera mengkaji potensi pengembangan lahan agar kebutuhan ruang belajar ke depan dapat terpenuhi, seiring pertumbuhan penduduk.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan bangunan atau infrastruktur.

“Ini harus jadi perhatian serius. Anak-anak kita berhak belajar di tempat yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Dengan pola baru ini, Pemkot berharap wajah sekolah pinggiran bisa setara dengan sekolah di pusat kota, sehingga kualitas pendidikan semakin merata.

Lebih baru Lebih lama