![]() |
| Sebuah pesawat bermesin ganda yang membawa 15 orang, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia, jatuh di wilayah pegunungan dekat perbatasan Venezuela, Rabu (28/1/2026). Foto-Ilustrasi |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Sebuah pesawat bermesin ganda yang membawa 15 orang, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia, jatuh di wilayah pegunungan dekat perbatasan Venezuela, Rabu (28/1/2026). Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut.
Pesawat Beechcraft 1900 yang dioperasikan maskapai penerbangan milik negara Kolombia, Satena, lepas landas dari Cucuta dan dijadwalkan menempuh penerbangan singkat selama sekitar 23 menit menuju Ocana. Namun, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara sesaat sebelum mendarat.
Mengutip AFP, otoritas penerbangan Kolombia menyatakan pesawat membawa 13 penumpang dan dua awak. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
“Tidak ada yang selamat,” ujar seorang pejabat otoritas penerbangan Kolombia kepada AFP.
Pemerintah Kolombia mengerahkan Angkatan Udara untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi di kawasan Pegunungan Andes, lokasi jatuhnya pesawat. Medan yang sulit dilaporkan menjadi tantangan dalam proses evakuasi.
Gubernur Provinsi Santander Utara, William Villamizar, mengatakan hingga Rabu malam waktu setempat, tujuh jenazah telah berhasil ditemukan.
Di antara korban tewas terdapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kolombia Diogenes Quintero serta politikus Carlos Salcedo.
Editor : Muhammad Robby
