
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Pemandangan tak biasa tersaji di Stadion Olimpico saat Lazio menjamu Genoa pada lanjutan Liga Italia, Sabtu (31/12) dini hari WIB. Stadion berkapasitas lebih dari 70 ribu penonton itu terlihat nyaris kosong.
Bukan karena performa tim, melainkan aksi protes keras suporter sendiri.
Pendukung Lazio memilih memboikot laga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemilikan klub, khususnya Presiden Claudio Lotito. Kelompok suporter utama seperti Curva Nord dan Tribuna Tevere kompak absen, membuat atmosfer kandang terasa hambar.
Situasi makin sepi karena suporter Genoa juga dilarang hadir dalam laga tandang musim ini. Alhasil, Olimpico lebih mirip stadion latihan ketimbang panggung Serie A.
Protes ini dipicu sejumlah masalah yang dirasakan fans. Mulai dari harga tiket yang dianggap mahal, minimnya komunikasi manajemen, hingga ketidakpuasan terhadap cara Lotito mengelola klub.
Meski tanpa dukungan penuh dari tribune, Lazio tetap tampil ngotot di lapangan.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, pertandingan justru meledak di paruh kedua. Lima gol tercipta dalam 45 menit terakhir.
Pedro dan Kenneth Taylor sempat membawa Biancocelesti unggul 2-0. Namun Genoa bangkit lewat gol Ruslan Malinovskyi dan Vitinha yang menyamakan kedudukan.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Danilo Cataldi muncul sebagai pahlawan. Golnya di menit ke-10 injury time memastikan kemenangan dramatis 3-2 untuk Lazio.
Tambahan tiga poin membuat Lazio sementara naik ke peringkat kedelapan klasemen, menggeser Bologna. Meski begitu, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena Bologna masih menyimpan satu laga.
Sepi di tribune, panas di lapangan. Lazio tetap menang, tapi pesan protes suporter jelas terdengar.
Sumber : CNN Indonesia