
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Keputusan besar dalam karier Sadio Mane ternyata ditentukan oleh satu panggilan telepon dari Jurgen Klopp. Bukan dari Manchester United, melainkan dari Liverpool.
Mane mengungkapkan kisah di balik pilihannya bergabung dengan The Reds, meski saat itu Manchester United datang lebih dulu dengan tawaran menggiurkan. Ketika masih berseragam Southampton, performa Mane memang sedang naik daun. Gol demi gol yang ia cetak membuat klub-klub elite Eropa berlomba-lomba mengincarnya.
Manchester United menjadi salah satu yang paling serius. Bahkan, pelatih MU saat itu, Louis van Gaal, menelepon Mane secara langsung untuk membujuknya datang ke Old Trafford.
“Saat itu MU dan Liverpool menghubungi saya bersamaan. Saya bicara langsung dengan Van Gaal. Di sana ada Rooney, Di Maria, Depay. Ketika mereka gagal membeli saya, mereka membeli Martial,” ujar Mane seperti dikutip dari Metro.
Van Gaal mencoba meyakinkan Mane bahwa ia bisa berkembang di Manchester United. Namun, Mane justru ragu dengan peluang bermain reguler.
“Saya bilang ke dia, ‘Anda punya Rooney, Van Persie, Depay. Jadi saya akan bermain di posisi mana?’” ungkap Mane.
Keraguan itulah yang membuat Mane menahan diri. Beberapa hari kemudian, telepon dari Jurgen Klopp pun datang. Dan di situlah segalanya berubah.
“Klopp menelepon saya dan berkata, ‘Itu kesalahan saya karena kamu tidak datang ke Dortmund.’ Dia tahu saya ingin bekerja dengannya,” kenang Mane.
Klopp tak menjanjikan Liga Champions atau trofi instan. Yang ia tawarkan justru sebuah proyek jangka panjang—dan kepercayaan penuh.
“Kita akan membangun tim yang tidak ingin dihadapi siapa pun. Jika kita tumbuh bersama, kamu akan bermain di setiap pertandingan,” kata Klopp kepada Mane.
Ucapan itu langsung membuat Mane yakin. Tanpa ragu, ia memilih Liverpool.
“Ketika dia mengatakan itu, saya langsung tahu ini proyek yang saya inginkan. Saya bilang ke dia, ‘Ini klub saya. Ini keputusan yang tepat,’” tutur Mane.
Keputusan tersebut terbukti tak salah. Bersama Liverpool, Mane menjelma menjadi salah satu pemain paling penting di era Klopp. Ia berperan besar dalam gelar Liga Inggris pertama Liverpool setelah 30 tahun, serta menjuarai Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga.
Selama enam musim di Anfield, Mane bukan hanya mencetak gol, tapi juga menorehkan sejarah. Setelah itu, ia melanjutkan karier ke Bayern Munchen pada 2022, sebelum akhirnya hijrah ke Al Nassr dan kini bermain bersama Cristiano Ronaldo.
Sumber : CNN Indonesia