SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendorong pengembangan transportasi bus laut sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Bali yang kian parah seiring meningkatnya aktivitas pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Lasarus dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (18/2).
Ia menilai kondisi lalu lintas di Bali sudah sangat padat dan membutuhkan alternatif transportasi massal yang lebih efektif, salah satunya dengan memanfaatkan jalur laut.
Menurut Lasarus, saat kunjungan kerjanya ke Bali, ia melihat langsung kepadatan transportasi darat yang semakin menghambat mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Oleh karena itu, peningkatan konektivitas antarpelabuhan dinilai menjadi langkah penting untuk mendistribusikan pergerakan penumpang agar tidak hanya bergantung pada jalur darat.
Berdasarkan simulasi awal, sejumlah pelabuhan di Bali dinilai berpotensi untuk dioptimalkan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan bus laut.
Dengan demikian, arus pergerakan wisatawan dan warga lokal dapat dialihkan sebagian ke jalur laut.
Lasarus menambahkan, pengembangan transportasi laut relatif lebih cepat direalisasikan dibandingkan pembangunan infrastruktur besar lainnya, seperti kereta api.
Karena itu, bus laut dinilai sebagai solusi jangka pendek yang realistis untuk mengurangi kemacetan.
“Karena Bali kita tahu sendiri memberi kontribusi sekitar Rp173 triliun per tahun dari sektor pariwisata, sementara kondisi lalu lintasnya saat ini sudah sangat padat,” ujarnya dilansir Republika.co.id.
Selain mengurai kemacetan, pemanfaatan jalur laut juga diyakini dapat menambah daya tarik pariwisata dengan menawarkan pengalaman perjalanan baru bagi wisatawan.
Lasarus pun mendorong Kementerian Perhubungan agar lebih proaktif menyiapkan regulasi, dukungan teknis, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan operator pelabuhan.
Optimalisasi pelabuhan yang sudah ada dinilai sebagai langkah paling realistis untuk segera diterapkan.
“Kalau menunggu pembangunan bandara baru di Bali utara, aksesnya tidak mudah. Yang paling cepat adalah memaksimalkan pelabuhan laut dan menghadirkan bus laut,” kata Lasarus.
Editor : Muhammad Robby
