ESDM Tambah Kuota Impor BBM 10 Persen untuk SPBU Swasta, Pasokan Lebih Aman Tahun Ini

 

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menambah kuota impor bahan bakar minyak (BBM) sebesar 10 persen untuk SPBU swasta sepanjang 2026. Kebijakan ini diambil demi menjaga stok tetap aman dan mencegah kelangkaan seperti yang sempat terjadi sebelumnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) ESDM Laode Sulaeman memastikan tambahan kuota tersebut sama seperti dua tahun terakhir, yakni 10 persen dari realisasi penjualan tahun sebelumnya.

“Kuota saya jawab satu kata, mirip tahun 2025,” ujar Laode saat ditemui di kantornya, Jumat (6/2).

Saat ini, proses impor tengah berjalan dan tinggal menunggu kedatangan kargo BBM di dalam negeri. Sejumlah operator SPBU swasta juga sudah mulai mengajukan izin impor sejak akhir 2025.

Beberapa perusahaan bahkan sudah lebih dulu menyelesaikan proses pembelian. Namun untuk Shell, Laode menyebut pengajuan dilakukan paling akhir sehingga masih dalam tahap evaluasi pemerintah.

“Shell itu terakhir menyetujui proses pembelian, jadi kami evaluasi dulu,” jelasnya.

Tak hanya soal kuota, pemerintah juga mengubah skema perizinan impor tahun ini. Jika sebelumnya izin diberikan per tiga bulan, kini SPBU swasta bisa langsung mengimpor stok untuk enam bulan sekaligus.

Langkah ini diharapkan bisa memberi kepastian pasokan dan meminimalkan risiko kekosongan BBM di lapangan.

“Tahun ini kita sudah tetapkan 6 bulan. Jadi mereka diberikan impor untuk 6 bulan,” tegas Laode.

Kebijakan baru tersebut nantinya akan terus dievaluasi sesuai kondisi pasar dan kebutuhan distribusi.

Dengan tambahan kuota dan stok lebih panjang, pemerintah berharap pasokan BBM di SPBU swasta lebih stabil sehingga masyarakat tak perlu khawatir soal ketersediaan bahan bakar.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama