
Pemenuhan gizi anak-anak tetap menjadi prioritas dalam program distribusi makanan yang dijalankan koperasi dan tim pelaksana di Kalimantan Selatan. Foto-Setia Bakti/suaramilenial.id
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemenuhan gizi anak-anak tetap menjadi prioritas dalam program distribusi makanan yang dijalankan koperasi dan tim pelaksana di Kalimantan Selatan.
Hal itu ditegaskan H Aftahuddin atau akrab disapa H Aftah usai rapat koordinasi internal di Banjarmasin.
Ia memastikan menu yang disiapkan tidak berlebihan, melainkan sederhana, bergizi, dan tahan lama agar aman dalam proses pendistribusian.
“Kita tetap jalan dengan beberapa variasi. Menu yang sederhana saja seperti ikan rebus, ikan cakalang, telur asin, telur biasa, rebus ayam, rebus ikan, sampai ikan haruan. Itu wajib karena pemenuhan gizi anak-anak harus lengkap,” ujarnya.
Menurut dia, lauk berbasis ikan dan protein hewani dipilih karena relatif lebih awet dan tidak mudah basi.
Sistem pengiriman juga dibuat fleksibel. Dalam satu kali distribusi, paket makanan bahkan bisa mencakup kebutuhan hingga tiga kali konsumsi.
Lengkapi Protein, Vitamin, dan Karbohidrat
Selain protein, tim pelaksana juga menyiapkan tambahan vitamin dan energi.
Anak-anak akan mendapatkan bimkak ukuran kecil, susu, serta air kelapa murni sebagai pelengkap.
Untuk sumber karbohidrat, disiapkan roti pisang, risoles, roti keju, roti abon, dan makanan berbahan tepung lainnya.
“Kita cari makanan yang tahan lama. Bimkak itu manis, jadi lebih awet. Roti dan risoles juga tidak cepat basi. Yang penting bisa tahan sampai waktu berbuka,” kata Aftah.
Ia menambahkan, makanan segar yang berisiko cepat rusak, seperti buah tertentu, sengaja dihindari untuk mencegah keluhan dari penerima manfaat.
Sesuai Arahan Pusat
Aftah menegaskan, seluruh proses distribusi mengikuti arahan pemerintah pusat dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Menu disiapkan berdasarkan ketentuan resmi agar seragam dan tepat sasaran.
“Semua sudah ada arahannya. Kita tinggal jalankan sesuai SOP. Insya Allah kita laksanakan dengan baik,” ujarnya.
Beberapa bahan seperti kurma tidak dimasukkan dalam paket karena dinilai sudah banyak tersedia di masyarakat. Sementara air kelapa murni tetap diperbolehkan sebagai minuman pendamping.
Utamakan Kualitas dan Ketahanan
Bagi Aftah, kualitas dan ketahanan makanan menjadi kunci utama keberhasilan program distribusi.
“Yang penting jangan sampai basi. Kalau basi, masyarakat komplain. Jadi makanan harus aman sampai berbuka,” katanya.
Dengan perencanaan yang matang dan persiapan sejak jauh hari, ia optimistis program distribusi makanan bergizi bagi anak-anak di Kalimantan Selatan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Reporter : Setia Bakti
Editor : Muhammad Robby