Martinez Sesalkan Aksi Suporter Inter yang Lempar Flare ke Emil Audero

Kapten Inter Milan Lautaro Martinez mengecam aksi tidak terpuji oknum suporter timnya yang melemparkan flare ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga lanjutan Liga Italia. Foto-Reuters

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Kapten Inter Milan Lautaro Martinez mengecam aksi tidak terpuji oknum suporter timnya yang melemparkan flare ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga lanjutan Liga Italia. 

Martinez menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan pemain dan mencederai nilai sportivitas sepak bola.

Insiden itu terjadi dalam pertandingan Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. 

Laga sempat dihentikan sekitar tiga menit pada menit ke-48 setelah sebuah flare dari tribune pendukung tim tamu jatuh di dekat Audero, yang membuat sang kiper harus mendapatkan perawatan.

Audero diketahui merupakan mantan pemain Inter Milan yang turut berkontribusi saat Nerazzurri meraih gelar juara Serie A musim 2023/2024. Gelar ke-20 tersebut membuat Inter berhak mengenakan dua bintang di atas logo klub.

Usai pertandingan, Martinez menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku oknum suporter tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola modern.

“Hal-hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kita adalah pemain sepak bola, dan tindakan tersebut membahayakan keselamatan seseorang. 

Permintaan maaf harus diberikan kepada Audero, seorang juara bintang kedua, dan juga kepada para pendukung Cremonese,” ujar Martinez, dikutip dari CBS Sports.

Emil Audero, yang kini membela Cremonese setelah meninggalkan Inter pada 2025, mengaku sempat merasa terkejut dan takut akibat insiden tersebut. 

Meski demikian, kiper naturalisasi Timnas Indonesia itu tidak mengalami cedera serius dan memilih melanjutkan pertandingan.

Keputusan Audero untuk tetap bermain turut menghindarkan Inter dari potensi sanksi berat. Sesuai regulasi, pelemparan flare dari suporter tim tamu berpeluang membuat pertandingan dihentikan permanen dan berujung kekalahan administratif 0-3 bagi Inter Milan.

Pertandingan akhirnya tetap dilanjutkan hingga selesai, dengan insiden tersebut menjadi catatan serius terkait keamanan stadion dan perilaku suporter.

Sumber    : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama