![]() |
| Pemerintah Kota Pemkot Banjarmasin merancang pengembangan objek wisata kuliner di tepian siring Sungai Martapura, tepatnya di kawasan Jalan RK Ilir, Banjarmasin Selatan. Foto-Antara |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Pemkot Banjarmasin merancang pengembangan objek wisata kuliner di tepian siring Sungai Martapura, tepatnya di kawasan Jalan RK Ilir, Banjarmasin Selatan.
Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sungai.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ibnu Sabil mengatakan, pengembangan wisata di sepanjang Sungai Martapura terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan ikon pariwisata kota.
“Siring RK Ilir masih belum tergarap maksimal, padahal sangat potensial untuk dikembangkan sebagai wisata kuliner berbasis sungai,” ujar Ibnu dilansir Antara, Jumat.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut dirancang sebagai wisata kuliner karena lokasinya berdekatan dengan tempat pelelangan ikan Banjarmasin.
Konsep yang diusung memungkinkan pengunjung memilih ikan segar yang kemudian dapat langsung diolah di lokasi.
“Kalau dikemas dengan baik, siring RK Ilir ini bisa menjadi wisata kuliner seperti Muara Angke di Jakarta, meskipun skalanya tidak terlalu besar,” katanya.
Selain dekat dengan pelelangan ikan, lokasi tersebut juga berada tidak jauh dari RSUD Sultan Suriansyah.
Keberadaan fasilitas kesehatan itu dinilai dapat mendukung aktivitas wisata, khususnya bagi keluarga pasien yang membutuhkan tempat makan sekaligus ruang rekreasi.
Ibnu menambahkan, kawasan siring RK Ilir juga telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti lapangan tenis dan basket, yang dapat menunjang aktivitas pengunjung.
Pengembangan wisata kuliner ini, lanjut dia, merupakan arahan langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dalam upaya mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Saat ini, pemerintah kota masih mematangkan rencana pengembangan, termasuk pembenahan kebersihan lingkungan.
Salah satu perhatian utama adalah penataan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Kami minta dukungan Dinas Lingkungan Hidup, pihak terkait, dan masyarakat untuk memastikan kebersihan kawasan ini terjaga,” ujar Ibnu.
Ia menambahkan, pengembangan wisata kuliner di siring RK Ilir nantinya akan melibatkan peran dunia usaha melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta dikelola bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Mudah-mudahan pada 2026 rencana ini bisa mulai direalisasikan,” katanya.
Editor : Hendry Rusadi
