![]() |
| Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencairkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap 2026 melalui Program Gratispol Pendidikan. Foto-Istimewa |
SUARAMILENIAL.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencairkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap 2026 melalui Program Gratispol Pendidikan.
Bantuan tersebut menyasar 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini memasuki semester genap di perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kaltim, dengan total anggaran Rp 103.147.556.750.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Juru Bicara Pemprov Kaltim, Faisal, mengatakan pencairan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, bantuan untuk mahasiswa semester empat, enam, dan delapan masih dalam proses verifikasi data kependudukan melalui Dukcapil.
Berdasarkan rekapitulasi 2026, penerima manfaat tersebar di 57 perguruan tinggi, baik PTN, PTS, maupun skema kerja sama.
Dari kelompok perguruan tinggi negeri, jumlah penerima terbesar berasal dari Universitas Mulawarmansebanyak 5.134 mahasiswa dengan nilai bantuan lebih dari Rp 25,6 miliar.
Disusul Politeknik Negeri Samarinda (1.683 mahasiswa), Institut Teknologi Kalimantan (1.541 mahasiswa), serta UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (1.331 mahasiswa).
Adapun dari kelompok perguruan tinggi swasta, penerima terbesar tercatat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur sebanyak 3.477 mahasiswa dengan total bantuan lebih dari Rp 19,2 miliar.
Berikutnya Universitas Mulia (670 mahasiswa) dan Universitas Balikpapan (600 mahasiswa).
Data tersebut menunjukkan sebaran penerima yang merata di berbagai kampus di Kaltim.
Program Gratispol Pendidikan menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Kaltim untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meringankan beban ekonomi mahasiswa dan orang tua.
“Dengan pencairan ini, pemerintah berharap mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala biaya, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Kaltim di masa depan,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis yang diterima media, Jumat (13/2/2026).
Pemprov Kaltim menegaskan komitmen keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.
Editor : Muhammad Robby
