
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Laga kandang selalu jadi sumber kepercayaan diri bagi Persib Bandung sepanjang musim ini. Maung Bandung nyaris tak tersentuh saat bermain di depan publik sendiri. Namun, ada satu catatan yang masih jadi pekerjaan rumah: mereka belum pernah menang dengan selisih empat gol.
Tantangan itu kini terasa krusial. Persib harus membalikkan keadaan usai kalah 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two. Artinya, kemenangan dengan margin minimal empat gol jadi harga mati demi mengamankan tiket ke perempat final.
Duel penentuan bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, markas yang selama ini menjadi benteng kukuh Persib.
Kandang yang Sulit Ditaklukkan
Secara statistik, rekor kandang Persib musim ini memang impresif. Sepuluh laga kandang di kompetisi liga berakhir dengan kemenangan. Sementara di ACL 2, dari tiga pertandingan kandang, Persib meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Satu-satunya laga yang gagal dimenangi terjadi saat menghadapi Lion City Sailors FC pada fase grup.
Tak hanya itu, lini pertahanan juga tampil solid. Sejak menang 3-1 atas Borneo FC Samarinda pada awal Desember lalu, gawang Persib nyaris steril. Empat pertandingan kandang berikutnya selalu berakhir dengan kemenangan tanpa kebobolan, dengan kiper Teja Paku Alam tampil konsisten menjaga clean sheet.
Menang, Tapi Tak Pernah Besar
Meski dominan, kemenangan Persib cenderung tipis. Margin terbesar yang pernah dicapai hanya selisih tiga gol. Itu pun terjadi saat laga tandang, masing-masing melawan PSBS Biak dan Madura United FC.
Menariknya, duel kontra Madura United menjadi satu-satunya laga ketika Persib mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan. Namun, di kandang sendiri, skor terbesar mereka musim ini hanya 3-1, kembali saat menghadapi Borneo.
Catatan tersebut membuat misi memburu kemenangan empat gol atas Ratchaburi terasa berat, meski dukungan Bobotoh di GBLA diyakini bisa menjadi faktor pembeda.
Hodak Andalkan Dukungan Penuh
Pelatih Bojan Hodak berharap stadion dipenuhi suporter agar tekanan terhadap lawan semakin besar.
“Setiap kali stadion penuh, itu membuat lawan tidak mudah bermain. Tahun ini kami belum pernah kalah di kandang di liga, kami memenangkan semua pertandingan. Di ACL 2 kami hanya sekali imbang,” ujar Hodak.
Ia menegaskan, dengan atmosfer penuh dan semangat tim, peluang membalikkan keadaan tetap terbuka.
Persib memang hampir sempurna di rumah sendiri. Kini, tinggal satu pertanyaan: mampukah Maung Bandung akhirnya mencetak kemenangan besar yang selama ini belum pernah terjadi?
Sumber : CNN Indonesia