![]() |
| Presiden bicara blak-blakan. Bukan soal politik, tapi soal anggaran negara.Foto-Dok/CNN Indonesia |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Presiden bicara blak-blakan. Bukan soal politik, tapi soal anggaran negara.
Di tengah sorotan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo Subianto mengaku sempat dituduh serampangan membelanjakan APBN. Tuduhan itu muncul karena dana program disebut berasal dari hasil efisiensi kas negara.
Namun Prabowo menegaskan, yang ia lakukan bukan pemborosan. Justru sebaliknya: menyelamatkan uang negara yang berpotensi bocor, lalu memindahkannya ke program yang lebih produktif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.
“Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara. Dana yang saya selamatkan itu seharusnya bisa hilang karena korupsi,” kata Prabowo.
Ia menepis anggapan bahwa pemerintah jor-joran belanja.
“Jadi saya dituduh belanja secara serampangan. Tidak. Ini relokasi sumber daya,” tegasnya.
MBG Disebut Investasi, Bukan Beban
Program Program Makan Bergizi Gratis tak hanya diklaim berdampak sosial, tapi juga ekonomi.
Prabowo menyebut tim dari Rockefeller Institute datang langsung ke Jakarta untuk mempelajari program tersebut. Hasil kajiannya menyebut makan gratis anak-anak justru memberi efek pengganda besar bagi perekonomian.
Menurut riset itu, setiap US$1 yang dibelanjakan bisa menghasilkan imbal balik minimal US$7. Bahkan dalam jangka panjang, manfaat ekonominya bisa mencapai 35 kali lipat.
Artinya, kata Prabowo, program ini bukan sekadar bantuan sosial—melainkan investasi masa depan.
Ribuan Dapur, Puluhan Ribu Lapangan Kerja
Dampak lain yang disorot adalah penyerapan tenaga kerja.
Saat ini, sekitar 23 ribu dapur MBG sudah beroperasi di berbagai desa. Setiap dapur mempekerjakan kurang lebih 50 orang.
Mayoritas pekerjanya adalah ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
“Kami sekarang sudah punya 23 ribu dapur. Setiap dapur mempekerjakan 50 orang di desa. Ibu-ibu yang sebelumnya tidak punya penghasilan, kini punya penghasilan,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, permintaan bahan pangan seperti telur, ayam, dan sayuran juga ikut naik. Petani dan peternak desa mendapat pasar yang lebih pasti.
Efek berantainya terasa dari bawah.
“Ini menciptakan ledakan ekonomi dari bawah,” pungkas Prabowo.
Bagi pemerintah, MBG bukan sekadar soal makan gratis. Tapi tentang bagaimana uang negara kembali ke rakyat—bukan bocor di jalan.
Sumber : CNN Indonesia
