Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan ke AS, Inggris, Yordania hingga UEA

Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah negara. Pesawat kepresidenan yang membawanya mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/2) pagi.

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah negara. Pesawat kepresidenan yang membawanya mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/2) pagi.

Kedatangan kepala negara disambut langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.

Berdasarkan siaran langsung kanal Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia-1 yang ditumpangi Prabowo terlihat mendarat mulus sebelum disambut prosesi kehormatan.

Prabowo memulai lawatan luar negerinya sejak 19 Februari. Agenda pertama berlangsung di Amerika Serikat untuk menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace). Dalam kunjungan tersebut, ia juga bertemu sejumlah pengusaha besar AS serta membahas upaya penyesuaian tarif dagang antara Indonesia dan AS.

Setelah itu, Prabowo melanjutkan perjalanan ke London, Inggris, guna menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Arm Limited terkait pengembangan industri semikonduktor.

Agenda berikutnya berlangsung di Yordania. Di sana, Prabowo bertemu Abdullah II dan membahas situasi konflik di Jalur Gaza, Palestina. Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya mendorong solusi dua negara demi terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.

Lawatan ditutup di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dengan pertemuan bersama Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama ekonomi, termasuk peluang peningkatan investasi UEA di Indonesia.

Rangkaian kunjungan ini diharapkan mempererat hubungan diplomatik sekaligus membuka peluang kerja sama strategis bagi Indonesia di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga investasi.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama