Profil Juda Agung, Ekonom Senior yang Kini Jadi Wamenkeu Pendamping Purbaya

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Kamis (5/2). Penunjukan ini menempatkan ekonom senior tersebut sebagai pendamping Menteri Keuangan Purbaya dalam mengawal kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.

Juda mengisi kursi yang kosong setelah Thomas Djiwandono beralih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pelantikan dilakukan bersamaan dengan pengambilan sumpah jabatan para pejabat negara.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundangan dengan selurus-lurusnya,” ucap Prabowo saat memimpin sumpah.

Latar belakang akademik kuat

Nama Juda Agung bukan sosok baru di dunia ekonomi dan keuangan. Ia dikenal sebagai teknokrat senior dengan rekam jejak panjang di Bank Indonesia hingga lembaga internasional.

Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 6 Agustus 1964, Juda menempuh pendidikan Sarjana Teknologi Pertanian di IPB dan lulus pada 1987. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, mengambil magister bisnis dan keuangan pada 1995, serta meraih gelar doktor ekonomi pada 1999.

Karier panjang di BI dan IMF

Karier profesionalnya dimulai dari staf di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia. Perlahan, tanggung jawabnya terus bertambah.

Ia sempat bertugas di Kantor Perwakilan BI London, menjadi peneliti ekonomi, analis senior, hingga memimpin berbagai direktorat strategis.

Tak hanya di dalam negeri, Juda juga mendapat penugasan internasional di International Monetary Fund (IMF) pada 2006–2008. Bahkan, ia pernah menjabat Direktur Eksekutif IMF di Washington DC periode 2017–2019.

Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, ia menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan fokus pada stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial.

Dengan pengalaman moneter dan internasional tersebut, Juda dinilai membawa kombinasi perspektif teknis dan global yang dibutuhkan Kementerian Keuangan saat menghadapi dinamika ekonomi dunia.

Harta kekayaan capai Rp56 miliar

Selain rekam jejaknya, publik juga menyoroti laporan kekayaan Juda.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 10 Maret 2025, total kekayaannya tercatat Rp56,08 miliar.

Rinciannya meliputi:

Tanah dan bangunan: Rp21,52 miliar (properti di Jakarta dan Bogor)

Kendaraan: Rp2,02 miliar (Fortuner, Calya, dan BMW 730Li)

Surat berharga/investasi: Rp22,30 miliar

Kas dan setara kas: Rp11,88 miliar

Utang: Rp1,65 miliar

Mayoritas asetnya berasal dari investasi finansial dan properti.

Tantangan baru di Kemenkeu

Kini, Juda menghadapi tantangan baru di kursi Wamenkeu. Bersama Purbaya, ia akan terlibat dalam pengelolaan APBN, kebijakan fiskal, serta menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Dengan pengalaman panjang di BI dan IMF, banyak pihak berharap kehadiran Juda bisa memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal.

Langkah pertamanya sebagai Wamenkeu pun langsung dinanti pasar.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama