SUARAMILENIAL.ID, KALIMANTAN SELATAN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa pengembangan olahraga panjat tebing di daerah tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan event, tetapi juga pada pembinaan berkelanjutan serta sosialisasi ke sekolah hingga perguruan tinggi.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Tree Park Banjarmasin, Banjarmasin, Selasa (17/2/2026) siang.
Hasnuryadi hadir didampingi sang istri, Ellyana Trisya Hasnuryadi. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan pengurus FPTI dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Sebagai Ketua Umum FPTI Kalsel periode 2025–2029, Hasnuryadi menyebut Rakerprov merupakan agenda wajib organisasi untuk menyusun, menyelaraskan, sekaligus mematangkan program kerja selama satu tahun ke depan.
Menurutnya, ada beberapa poin penting yang menjadi kesepakatan bersama, di antaranya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, meningkatkan pembinaan atlet, serta menggelar event panjat tebing di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, sudah kita sepakati bersama. Pertama konsolidasi organisasi, kemudian fokus pembinaan atlet, dan insyaallah kita juga akan melaksanakan event-event di daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa FPTI Kalsel tidak hanya mengejar kompetisi semata. Pihaknya juga akan aktif melakukan sosialisasi olahraga panjat tebing ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi guna memperluas minat generasi muda.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaring bibit atlet potensial sejak dini, sehingga ke depan Kalsel mampu melahirkan atlet berprestasi yang bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Harian FPTI Kalsel, Zainal Helmie, menegaskan hasil Rakerprov menjadi pijakan utama dalam menjalankan roda organisasi tahun 2026.
“Program kerja tahun 2026 sudah kita sepakati bersama. Konsolidasi organisasi, pembinaan atlet, serta pelaksanaan event di daerah menjadi fokus utama kami,” katanya.
Sebelumnya, forum tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso. Ia berharap Rakerprov mampu melahirkan rekomendasi strategis dan memperkuat peran FPTI sebagai organisasi olahraga yang profesional, baik dalam penyelenggaraan event nasional maupun internasional.
