SUARAMILENIAL.ID, SEBULU — Kasat Polairud Polres Kutai Kartanegara, AKP Benedict Jaya, memastikan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden kapal ferry kayu yang oleng hingga tenggelam di penyeberangan Ferry Sirbaya, Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026) sore.
Insiden di tepian Sungai Mahakam itu sempat viral di media sosial. Dalam kejadian tersebut, satu unit truk berwarna kuning dan satu mobil putih bermuatan ayam ikut terseret ke sungai bersama kapal. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Benedict mengungkapkan pihaknya menerima informasi sekitar pukul 18.30 WITA. Meski peristiwa terjadi pada sore hari, laporan baru diterima setelah warga dan petugas di lokasi lebih dahulu fokus melakukan evakuasi.
“Jam setengah tujuh kami menerima informasi. Kejadiannya sore, tapi mereka (Polsek Sebulu) lambat mengabari karena langsung bantu evakuasi. Fokusnya ke penyelamatan dulu,” ujarnya.
Penanganan awal dilakukan oleh Polsek Sebulu karena lokasinya lebih dekat. Sementara itu, satu tim dari Unit Gakkum Polres Kukar diberangkatkan untuk membantu proses penanganan sekaligus melakukan penyelidikan.
“Untuk sementara sudah ditangani Polsek Sebulu. Anggota kami juga masih dalam perjalanan ke sana dari Polres karena jaraknya lumayan. Yang utama tadi evakuasi dulu,” katanya.
Terkait penyebab kapal oleng, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi. Informasi awal menyebut adanya kebocoran pada badan kapal sehingga air masuk dan menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan.
“Info awal katanya ada kebocoran di kapal, sehingga air masuk dan membuat kapal tenggelam. Tapi itu masih informasi awal, kami belum bisa menyampaikan secara pasti karena anggota baru menuju lokasi untuk memastikan,” terangnya.
Polisi juga belum memastikan jumlah kendaraan yang berada di atas kapal saat kejadian, termasuk kapasitas maksimal angkutannya.
“Kalau terkait berapa maksimal kendaraan yang bisa diangkut atau berapa yang ada saat kejadian, itu belum kita periksa. Namanya juga baru kejadian, masih proses evakuasi,” jelasnya.
Berdasarkan laporan sementara dari Kapolsek Sebulu, tidak terdapat korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
“Korban jiwa nihil. Cuma kerugian materi saja. Tapi untuk taksiran kerugian belum bisa kita sampaikan karena masih proses,” tegasnya.
Hingga malam hari, proses evakuasi masih berlangsung dengan bantuan warga dan aparat setempat.
Kepolisian memastikan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal ferry tersebut.
Editor : Muhammad Robby
