4 Kapal PT Pertamina (Persero) Tertahan di Timur Tengah, Dua Masih di Selat Hormuz

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Konflik geopolitik di Timur Tengah bukan cuma bikin pasar global goyang, tapi juga berdampak langsung ke operasional energi Indonesia.

PT Pertamina (Persero) mengungkapkan ada empat kapal milik perusahaan yang saat ini berada di kawasan tersebut. Dua di antaranya masih berada di sekitar Selat Hormuz—jalur pelayaran strategis yang dikenal sebagai salah satu “urat nadi” distribusi minyak dunia.

Mengutip laporan CNN Indonesia, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan posisi seluruh kapal terus dipantau secara ketat.

“Untuk di Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana, mungkin ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz,” ujarnya.

Prioritas: Keselamatan Kru

Baron menegaskan, fokus utama perusahaan saat ini bukan cuma soal logistik, tapi keselamatan orang-orang di lapangan.

Pertamina memastikan keamanan awak kapal jadi prioritas nomor satu, disusul perlindungan aset perusahaan.

“Kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal,” katanya.

Sejauh ini, kondisi kru dan kapal dilaporkan masih aman.

Koordinasi dengan Pemerintah

Buat meminimalkan risiko, Pertamina juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan stakeholder terkait, untuk memastikan pengamanan aset dan personel di wilayah rawan konflik.

Langkah ini penting, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global. Gangguan sedikit saja bisa berdampak besar ke rantai pasok.

Tiga Bisnis Ikut Terdampak

Selain kapal, Pertamina juga mengidentifikasi ada tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika kawasan:

Pertamina International Shipping (pengangkutan energi global)

Pertamina Internasional EP (operasi hulu di Basra, Irak)

Pertamina Patra Niaga (pengadaan minyak mentah & produk dari Timur Tengah)

Artinya, situasi di sana bukan cuma isu luar negeri—tapi juga berpengaruh langsung ke distribusi energi nasional.

Dengan kondisi yang masih dinamis, Pertamina memastikan pemantauan dilakukan 24 jam. Targetnya jelas: pasokan energi tetap aman, kru selamat, dan operasional tetap jalan.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama