Harga Daging Sapi Naik di 109 Daerah Jelang Lebaran, Hampir Rp140 Ribu per Kg

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA
– Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga daging sapi di berbagai daerah di Indonesia mulai merangkak naik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga komoditas tersebut terjadi di 109 kabupaten/kota pada minggu kedua Maret 2026. Lonjakan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah wilayah.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga daging sapi semakin terlihat dari banyaknya daerah yang melaporkan peningkatan IPH.

“Daging sapi terjadi kenaikan IPH di 109 kabupaten/kota, sedangkan beras pada 107 kabupaten/kota. Untuk minyak goreng juga meningkat menjadi 112 kabupaten/kota,” ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026, Senin (16/3).

Harga Hampir Rp140 Ribu per Kilogram

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional daging sapi paha belakang juga mengalami kenaikan.

Pada Jumat (13/3), harga tercatat Rp136.108 per kilogram, lalu naik menjadi Rp138.412 per kilogram pada Senin (16/3). Artinya terjadi kenaikan sekitar 1,69 persen dalam beberapa hari terakhir.

25 Provinsi Alami Kenaikan Harga

BPS mencatat 25 provinsi mengalami kenaikan IPH pada minggu kedua Maret 2026, sementara 13 provinsi mengalami penurunan.

Kenaikan tertinggi terjadi di:

DKI Jakarta: naik 2,85 persen

Gorontalo: naik 1,78 persen

Nusa Tenggara Barat: naik 1,71 persen

Beberapa provinsi lain yang juga mencatat kenaikan antara lain Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Bukan Cuma Daging Sapi

Ateng menjelaskan kenaikan IPH tidak hanya dipicu oleh daging sapi. Beberapa komoditas pangan lain juga ikut menyumbang kenaikan harga.

“Komoditas yang memberi andil terhadap peningkatan IPH terutama cabai rawit, daging sapi, dan telur ayam ras,” jelasnya.

Harga telur ayam ras tercatat mencapai Rp32.585 per kg, lebih tinggi dari harga acuan konsumen sebesar Rp30 ribu per kg.

Sementara cabai rawit bahkan melonjak hingga Rp72.897 per kg, jauh di atas batas atas harga acuan pemerintah sekitar Rp57 ribu per kg.

Beberapa Daerah Alami Lonjakan Tinggi

BPS juga mencatat beberapa daerah mengalami lonjakan IPH cukup tinggi akibat kenaikan harga pangan.

Di antaranya:

Kabupaten Bener Meriah, Aceh: IPH naik 3,17 persen

Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau: naik 3,04 persen

Kabupaten Brebes, Jawa Tengah: naik 3,07 persen

Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan: naik 3,91 persen

Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan: naik 2,35 persen

Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh harga cabai rawit, daging sapi, dan daging ayam ras.

BPS pun mengingatkan pemerintah daerah agar memberi perhatian khusus terhadap beberapa komoditas yang kenaikannya cukup luas.

“Untuk minyak goreng dan cabai rawit ini mohon menjadi perhatian bersama,” kata Ateng.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama