Herdman Bela Sananta: Nggak Selalu Harus Gol Buat Jadi Pahlawan

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
— Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, angkat suara soal kritik yang terus mengarah ke striker muda, Ramadhan Sananta. Menurutnya, kritik tersebut sudah kelewat batas.

Herdman menegaskan kalau kontribusi pemain di lapangan nggak melulu soal mencetak gol. Buat dia, Sananta tetap punya peran penting meski nggak mencatatkan namanya di papan skor saat Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di semifinal FIFA Series 2026.

“Kami butuh Sananta. Saya kecewa dengan kritik yang dia terima. Dia selalu kasih segalanya buat Indonesia,” ujar Herdman.

Bukan Sekadar Striker, Tapi “Pekerja Tim”

Herdman melihat Sananta sebagai pemain yang kerja kerasnya sering nggak kelihatan di statistik. Pergerakannya di lini depan justru membuka ruang buat pemain lain tampil maksimal.

Nama-nama seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, hingga Beckham Putra disebut ikut diuntungkan dari peran “tak terlihat” Sananta ini.

“Dia itu lini pertama saat pressing, buka ruang, kerja untuk tim. Kita harus lebih menghargai itu,” lanjutnya.

Disamakan dengan Giroud

Menariknya, Herdman membandingkan Sananta dengan striker top Prancis, Olivier Giroud.

Giroud sendiri sempat jadi sorotan karena nggak mencetak gol di Piala Dunia 2018. Tapi faktanya, dia tetap jadi bagian penting dalam keberhasilan Prancis jadi juara dunia.

“Giroud pernah nggak cetak gol di Piala Dunia, tapi tetap dihargai kontribusinya. Sananta juga seperti itu—bermain untuk tim,” kata Herdman.

Saatnya Suporter Lebih Bijak?

Herdman juga menyentil sikap publik yang dinilai terlalu keras ke pemain sendiri. Ia berharap suporter bisa lebih objektif dan melihat kontribusi pemain secara menyeluruh.

“Dia bangga membela Indonesia. Sulit melihat kritik berlebihan seperti ini. Kita harus jadi lebih baik sebagai bangsa,” tegasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama