Jalan Rusak Setahun, Pemkab Balangan Desak Perbaikan ke Pemerintah Provinsi

Kerusakan ruas jalan Banjang–Pulau Nyiur–Batumandi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, yang telah berlangsung sekitar satu tahun, mendorong pemerintah kabupaten setempat mendesak percepatan perbaikan kepada pemerintah provinsi. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, PARINGIN - Kerusakan ruas jalan Banjang–Pulau Nyiur–Batumandi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, yang telah berlangsung sekitar satu tahun, mendorong pemerintah kabupaten setempat mendesak percepatan perbaikan kepada pemerintah provinsi.

Ruas jalan sepanjang sekitar 12,8 kilometer tersebut merupakan jalur alternatif yang cukup vital. Jalan ini menghubungkan Kecamatan Batumandi dengan Desa Banjang, sekaligus menjadi akses penghubung menuju wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Sejumlah titik di ruas jalan itu dilaporkan mengalami kerusakan, yang berdampak pada mobilitas warga serta aktivitas distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Perumahan dan Permukiman Kabupaten Balangan, Rina Aryani, mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penanganan jalan tersebut.

Menurut dia, ruas Banjang–Pulau Nyiur–Batumandi berstatus sebagai jalan provinsi, sehingga kewenangan perbaikan berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami akan segera menyampaikan surat kepada Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk koordinasi dan percepatan penanganan kerusakan jalan,” ujar Rina dilansir Infopublik.id, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, surat koordinasi tersebut ditargetkan segera dikirim dalam waktu dekat agar proses penanganan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi.

Pemerintah Kabupaten Balangan berharap adanya respons cepat, mengingat pentingnya ruas jalan tersebut sebagai jalur alternatif yang menunjang konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi dan aksesibilitas, terutama di wilayah yang bergantung pada konektivitas darat antar-kabupaten.

Editor    : Hendry Rusadi

Lebih baru Lebih lama