Ladang Gas Terbesar Dunia di UEA Setop Operasi Usai Diserang Drone

Operasi di ladang gas Shah milik Uni Emirat Arab (UEA) dihentikan sementara setelah fasilitas tersebut diserang drone pada Senin (16/3). Ladang gas yang terletak sekitar 180 kilometer barat daya Abu Dhabi itu merupakan salah satu fasilitas gas terbesar di dunia.

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Operasi di ladang gas Shah milik Uni Emirat Arab (UEA) dihentikan sementara setelah fasilitas tersebut diserang drone pada Senin (16/3). Ladang gas yang terletak sekitar 180 kilometer barat daya Abu Dhabi itu merupakan salah satu fasilitas gas terbesar di dunia.

Otoritas setempat menyatakan kebakaran yang sempat terjadi akibat serangan tersebut telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, aktivitas produksi di fasilitas tersebut untuk sementara dihentikan guna memastikan keamanan operasional.

Mengutip laporan Reuters, kantor media pemerintah Abu Dhabi menyebut tidak ada korban luka dalam insiden serangan drone tersebut.

Ladang gas Shah diketahui memiliki peran penting dalam produksi energi UEA. Berdasarkan data dari situs ADNOC dan Energy Institute, fasilitas tersebut mampu memproduksi sekitar 1,28 miliar kaki kubik standar gas per hari, atau sekitar seperlima dari total produksi gas Uni Emirat Arab.

Selain gas, fasilitas ini juga menghasilkan sekitar 4,2 juta ton sulfur per tahun, setara dengan sekitar 5 persen pasokan sulfur global.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, produksi minyak harian UEA dilaporkan turut terdampak. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz membuat produksi minyak negara tersebut turun lebih dari setengahnya.

Dua sumber Reuters menyebut situasi keamanan yang memanas memaksa perusahaan minyak milik negara UEA, ADNOC, melakukan penghentian produksi secara luas di sejumlah fasilitas energi.

Tidak hanya itu, aktivitas pemuatan minyak di Pelabuhan Fujairah, salah satu terminal ekspor utama UEA, juga sempat dihentikan dua kali dalam beberapa hari terakhir akibat serangan drone terpisah. Namun sebagian kegiatan pemuatan minyak di pelabuhan tersebut kini dilaporkan sudah kembali berjalan.

Insiden ini menambah daftar gangguan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah yang belakangan semakin sering terjadi di tengah eskalasi konflik regional.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama