SUARAMILENIAL.ID, MAKKAH — Otoritas Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah menyiapkan berbagai layanan untuk menghadapi lonjakan jamaah umrah dan peserta itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Dua Masjid Suci mengaktifkan rencana operasional komprehensif yang difokuskan pada empat pilar utama, yakni layanan operasional, pemeliharaan fasilitas, pengelolaan kerumunan, serta peningkatan pengalaman ibadah jamaah.
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung, otoritas memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan layar berkode warna yang memantau kepadatan jamaah secara real time. Sistem ini membantu mengarahkan jamaah menuju area dengan kepadatan lebih rendah.
Selain itu, pemeliharaan fasilitas juga ditingkatkan guna memastikan sistem pendingin udara, pencahayaan, serta tata suara berfungsi optimal selama periode padat jamaah.
Pengelolaan kerumunan turut diperkuat melalui penggunaan peta interaktif tiga dimensi dan sistem pelacakan berbasis barcode guna mendukung kelancaran mobilitas jamaah di area masjid.
Bagi jamaah yang melaksanakan itikaf, otoritas menyediakan berbagai layanan khusus, mulai dari fasilitas logistik hingga layanan kesehatan. Tersedia pula panduan shalat digital serta mushaf Al-Qur’an dalam huruf Braille bagi jamaah dengan kebutuhan khusus.
Otoritas juga menyediakan ruang-ruang khusus untuk peserta itikaf di dalam area masjid. Lokasi itikaf tersebut diatur dan diberi nomor untuk memudahkan akses sekaligus menjaga kelancaran pergerakan jamaah di koridor kedua masjid suci tersebut.
Berbagai fasilitas pendukung turut disediakan, seperti perlengkapan perawatan pribadi, loker penyimpanan barang, layanan laundry, hingga perlengkapan tidur untuk menunjang kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah.
Selain itu, makanan juga disediakan bagi peserta itikaf agar mereka dapat lebih fokus menjalankan ibadah, zikir, dan membaca Al-Qur’an selama berada di masjid.
Untuk layanan kesehatan, otoritas menyiapkan tiga titik pelayanan medis, terdiri atas satu unit khusus perempuan dan dua unit untuk laki-laki.
Otoritas menegaskan bahwa seluruh layanan tersebut merupakan bagian dari sistem operasional terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji, umrah, maupun pengunjung yang beribadah di dua masjid suci.
Upaya ini juga dilakukan untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk selama sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dianggap sebagai periode paling suci dalam bulan tersebut.
Sumber : Republika.co.id
