
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan arus balik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengimbau pemudik agar menghindari tanggal-tanggal yang diprediksi menjadi puncak kepadatan.
Dalam keterangannya, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk kembali lebih awal atau memilih waktu alternatif guna menghindari kemacetan panjang.
“Pemudik bisa kembali ke Jabotabek pada 23 Maret dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25–27 Maret dengan skema Work From Anywhere,” ujar Dudy.
Berdasarkan data dari Jasamarga Tollroad Command Center, lonjakan kendaraan pada puncak arus balik 24 Maret diprediksi menembus lebih dari 285 ribu kendaraan. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik sebelumnya.
Imbauan serupa juga disampaikan oleh Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho. Ia menyebutkan bahwa tiga tanggal tersebut berpotensi menjadi titik terpadat arus balik tahun ini.
“Kami imbau masyarakat menghindari waktu puncak agar perjalanan lebih aman, nyaman, dan selamat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwantono, turut meminta kerja sama masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan pulang.
Sebagai langkah mengurai kepadatan, Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26–27 Maret 2026 di sejumlah ruas tol utama dengan sistem perjalanan menerus.
Tak hanya itu, berbagai upaya pengamanan dan pelayanan juga diperkuat, mulai dari optimalisasi gardu tol, kesiapan petugas selama 24 jam, hingga pemantauan lalu lintas secara real-time melalui sistem digital.
Informasi terkini terkait kondisi jalan juga dapat diakses melalui aplikasi Travoy, call center 133, serta siaran Radio Travoy FM.
Dengan perencanaan perjalanan yang matang, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini bisa berjalan lebih lancar dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Sumber : CNN Indonesia