![]() |
| Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Pasar Murah Ramadan di Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (2/3/2026). Foto-Istimewa |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Pasar Murah Ramadan di Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara itu dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR yang diwakili Asisten II Perekonomian Setdako Banjarmasin, Taufik Rivani.
Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar serta jajaran perangkat daerah setempat.
Mewakili wali kota, Taufik mengatakan pasar murah merupakan bagian dari program rutin pengendalian inflasi selama Ramadan.
“Selama Ramadan, kegiatan ini dijadwalkan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16 sebagai upaya menstabilisasi harga dan mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepanjang 2026 Pemkot Banjarmasin menargetkan pelaksanaan pasar murah sebanyak 185 kali sebagai bentuk intervensi terhadap pergerakan harga di masyarakat.
Menurut Taufik, inflasi yang terjadi saat ini tidak dipicu kenaikan harga bahan pokok, melainkan terdampak kenaikan harga emas.
Adapun harga beras, gula, ayam, dan telur relatif stabil meski mengalami fluktuasi menjelang Ramadan.
“Pasar murah ini diharapkan menjadi stimulan sekaligus langkah pengendalian terhadap pergerakan harga serta menjaga daya beli masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Pasar Murah Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) ke-15.
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 1.159 paket sembako disiapkan bagi warga Kecamatan Banjarmasin Utara.
“Ini pelaksanaan ke-15 Pasar Murah BCSR. Hari ini kami menyiapkan sekitar 1.159 paket untuk masyarakat,” ujarnya.
Mulai 2026, mekanisme pembelian paket sembako mengalami perubahan. Jika sebelumnya menggunakan sistem kupon melalui kelurahan, kini warga cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin.
Namun, ketentuan ini tidak berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan Polri. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu paket per hari dan tidak dapat diwakilkan.
Ichrom menjelaskan, setiap paket sembako mendapat subsidi sekitar Rp 15.000 dari Forum BCSR. Dengan subsidi tersebut, paket berisi dua kilogram gula dan dua liter minyak goreng yang harga normalnya sekitar Rp 73.000 dapat ditebus masyarakat seharga Rp 58.000.
Pemkot Banjarmasin berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Editor : Hendry Rusadi
