
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Isu pergantian pemimpin tertinggi di Iran hingga meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat masih menjadi sorotan dunia internasional dalam beberapa hari terakhir.
Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah berbagai pernyataan keras muncul dari sejumlah pihak terkait konflik yang melibatkan Teheran, Washington, dan Tel Aviv.
Israel Ancam Kejar Penerus Pemimpin Iran
Militer Israel memperingatkan akan terus memburu siapa pun yang berpotensi menjadi penerus pemimpin tertinggi Iran. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Dalam sebuah unggahan di platform X yang ditulis menggunakan bahasa Persia, militer Israel menegaskan akan mengejar setiap tokoh yang berpeluang menggantikan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei.
Tidak hanya calon penerus, Israel juga mengancam akan menargetkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses penunjukan pemimpin tertinggi baru Iran. Pernyataan tersebut menambah panas situasi politik dan keamanan di kawasan.
Trump Puji Meloni Siap Bantu AS dan Israel
Di tengah ketegangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
Trump menyebut Meloni sebagai pemimpin hebat yang siap membantu Amerika Serikat serta Israel dalam menghadapi Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara via telepon dengan harian Italia Corriere della Sera pada Sabtu (7/3).
Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan Italia telah mengambil berbagai langkah untuk membantu sekutu Barat di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
“Saya mencintai Italia. Saya pikir dia adalah pemimpin yang hebat,” ujar Trump merujuk pada Meloni.
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Sementara itu, perkembangan terbaru datang dari dalam negeri Iran. Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei, resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran.
Penunjukan tersebut dilakukan oleh Majelis Ahli Iran dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Senin (9/3) dini hari.
Keputusan ini diumumkan sekitar sepekan setelah kematian Ali Khamenei dalam serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Selain Mojtaba Khamenei, beberapa tokoh lain sebelumnya juga disebut sebagai kandidat kuat untuk posisi tersebut. Mereka di antaranya adalah Alireza Arafi, tokoh garis keras Mohsen Araki, serta Hassan Khomeini.
Pergantian kepemimpinan di Iran ini diperkirakan akan semakin mempengaruhi dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah konflik yang terus memanas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Sumber : CNN Indonesia