Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan ke Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, dalam waktu dekat. Foto-REUTERS

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan ke Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, dalam waktu dekat. 

Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dampak eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, imbauan penundaan keberangkatan merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah demi memprioritaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI).

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3).

Ia menambahkan, jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi diminta untuk terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, serta perwakilan pemerintah Indonesia setempat.

Menurut Dahnil, Kementerian Luar Negeri RI siap memfasilitasi serta memberikan informasi dan perlindungan kepada jemaah umrah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci. 

Pemerintah juga memastikan maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, dan pihak terkait lainnya tetap memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada jemaah.

“Kami memastikan seluruh kebutuhan jemaah tetap difasilitasi dengan baik selama berada di Tanah Suci,” kata Dahnil.

Ia juga mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air untuk tetap tenang. Pemerintah, menurut dia, terus memantau perkembangan situasi dan fokus menjaga keamanan serta kenyamanan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo meminta jemaah dan keluarga di Indonesia untuk tidak panik.

“Kami mengimbau seluruh jemaah umrah agar tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2).

Kemenhaj juga terus menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Adapun terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah menyatakan hingga kini belum terdapat dampak terhadap tahapan persiapan yang sedang berjalan.

Sumber    : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama