Harga Minyak Dunia Melonjak, Tembus US$100 per Barel Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Harga minyak mentah dunia kembali melonjak tajam dan menembus level psikologis US$100 per barel pada Senin (13/4/2026). Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Berdasarkan laporan Reuters, kontrak minyak mentah Brent tercatat naik US$6,71 atau sekitar 7,05 persen menjadi US$101,91 per barel pada pukul 01.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga menguat signifikan ke level US$104,16 per barel, naik US$7,59 atau 7,86 persen.

Kenaikan harga ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah rencana langkah tegas dari pemerintah AS untuk memblokir jalur pelayaran menuju Iran melalui Selat Hormuz.

Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, menyebut kondisi pasar energi saat ini telah kembali ke situasi sebelum adanya gencatan senjata. Ia menilai kebijakan blokade tersebut berpotensi menghambat aliran minyak Iran hingga mencapai 2 juta barel per hari.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (12/4) mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai memblokade jalur pelayaran Iran setelah upaya perundingan damai gagal mencapai titik temu. Kebijakan ini diperkirakan akan mengakhiri gencatan senjata yang sebelumnya berlangsung selama dua pekan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade terhadap lalu lintas maritim yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran akan mulai diberlakukan pada Senin (13/4) malam waktu Indonesia. Kebijakan tersebut diklaim akan diterapkan secara imparsial terhadap kapal dari berbagai negara, meskipun kapal tujuan non-Iran tetap diperbolehkan melintas.

Analis pasar dari IG Market, Tony Sycamore, menilai langkah ini secara efektif akan menekan pasokan minyak Iran ke pasar global. Ia juga memperkirakan negara-negara sekutu dan pelanggan Iran akan memberikan tekanan agar jalur pelayaran kembali dibuka demi menjaga stabilitas pasokan energi.

Sementara itu, ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan berpotensi ditindak secara tegas.

Meski situasi memanas, data pelayaran menunjukkan masih ada aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut. Setidaknya tiga kapal tanker super dilaporkan sempat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (11/4), menjadi yang pertama sejak gencatan senjata diumumkan pekan lalu. Namun, menjelang rencana blokade AS, sejumlah kapal tanker mulai menghindari jalur tersebut.

Lonjakan harga minyak ini diperkirakan akan berdampak pada pasar energi global, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara jika ketegangan terus berlanjut.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama