SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Kenaikan harga plastik di pasaran mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang. Lonjakan biaya kemasan disebut ikut mendorong naiknya harga minyak goreng curah di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta.
Seorang pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bernama Rudi mengungkapkan harga minyak goreng curah kini telah mencapai Rp23 ribu per kilogram. Ia menyebut kenaikan ini tidak lepas dari mahalnya harga kantong plastik yang digunakan sebagai kemasan.
Rudi mencontohkan, kantong plastik merek Wayang yang sebelumnya dibeli seharga Rp40 ribu per bungkus kini melonjak menjadi Rp58 ribu. Kenaikan serupa juga terjadi pada plastik merek Tomat.
“Kenaikan ini sangat terasa, apalagi sejak menjelang Lebaran. Harga plastik terus naik dan itu berpengaruh langsung ke biaya jualan,” ujar Rudi saat ditemui dalam kunjungan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Ia menduga lonjakan harga plastik dipicu oleh situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi bahan baku. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz disebut turut memengaruhi pasokan.
Menanggapi hal tersebut, Rizal menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Kenaikan harga plastik sendiri dipicu oleh terganggunya pasokan nafta, bahan baku utama dalam industri plastik. Nafta merupakan turunan minyak mentah yang sangat bergantung pada pasokan global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya menyebut sekitar 60 persen kebutuhan nafta Indonesia masih diimpor dari kawasan Timur Tengah. Ketergantungan ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak pasokan global.
“Ketika terjadi gangguan di Timur Tengah, tentu berdampak pada bahan baku yang kita impor,” ujarnya dalam konferensi pers.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti di kawasan Afrika, India, hingga Amerika. Namun, proses peralihan ini disebut membutuhkan waktu.
Senada, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah bersama pelaku industri tengah mengupayakan diversifikasi sumber bahan baku, termasuk memanfaatkan LPG sebagai penyangga serta mendorong penggunaan plastik daur ulang berkualitas tinggi.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan harga plastik sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas lain yang terdampak, termasuk minyak goreng curah yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Sumber : CNN Indonesia
