
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIL.ID, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon dalam kondisi aman di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 934 WNI di Lebanon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 756 orang merupakan personel yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL), sementara 178 lainnya merupakan warga sipil.
“KBRI terus menjalin komunikasi dan memantau keberadaan para WNI yang berada di Lebanon. Sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI dalam keadaan aman,” ujar Heni dalam konferensi pers di Gedung Palapa Kemlu, Kamis (16/4).
Meski situasi masih terkendali bagi WNI, Kemlu menegaskan bahwa pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi keamanan memburuk. Rencana kontingensi telah disusun sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk melindungi WNI di wilayah konflik tersebut.
Konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas sejak awal Maret lalu, ditandai dengan aksi saling serang yang meningkatkan tensi di kawasan. Serangan balasan dari Hizbullah diikuti gempuran intensif dari Israel ke wilayah Lebanon.
Di tengah eskalasi tersebut, upaya diplomatik terus dilakukan. Pemerintah Lebanon yang berbasis di Beirut berusaha mencari jalan damai, hingga akhirnya kedua pihak sepakat memulai perundingan pada 14 April di Amerika Serikat.
Perkembangan terbaru menunjukkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis (16/4) waktu setempat. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Gencatan senjata ini diharapkan menjadi momentum awal menuju kesepakatan damai yang lebih permanen, meskipun sejumlah syarat masih diajukan oleh pihak Israel, termasuk pelucutan senjata Hizbullah.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan seluruh WNI di Lebanon tetap menjadi prioritas utama.
Sumber : CNN Indonesia