SUARAMILENIAL.ID, JAKARYA — Pembalap muda Indonesia, Arai Agaska, mendapatkan banyak pelajaran berharga usai menjalani seri perdana World Sportbike 2026 yang berlangsung di Sirkuit Portimao, Portugal, pada 28–29 Maret 2026. Dalam debutnya di ajang tersebut, Arai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam beradaptasi dengan motor Yamaha R7 yang digunakannya.
Pada dua balapan yang dijalani, pembalap berusia 18 tahun itu finis di posisi ke-20 pada race pertama dan urutan ke-23 pada race kedua. Persaingan ketat di lintasan serta karakter sirkuit Portimao yang menuntut menjadi ujian tersendiri bagi Arai.
Selain itu, ia juga masih berusaha memahami performa Yamaha R7, termasuk dalam pengelolaan ban. Saat balapan berlangsung, Arai sempat mengalami kendala pada bagian belakang motor yang kerap mengalami spin, sehingga berdampak pada catatan waktunya.
“Saya banyak belajar dari hasil balapan di Portimao, khususnya dalam mengenal lebih dalam Yamaha R7 untuk balapan. Saya masih butuh latihan lagi yang akan dijalani di Misano, sekaligus memperkuat fisik. Hal ini penting untuk menghadapi seri berikutnya agar bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujar Arai.
Hasil pada putaran pembuka tersebut belum memberikan poin bagi Arai. Pembalap asal Nusa Tenggara Barat itu kini berada di posisi ke-26 klasemen sementara. Meski demikian, masih terdapat tujuh seri tersisa pada kalender World Sportbike 2026 untuk memperbaiki posisi.
Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menyebut tim telah melakukan evaluasi menyeluruh usai balapan di Portimao. Sejumlah program tambahan, termasuk latihan di Eropa, telah disiapkan untuk meningkatkan performa Arai.
“Tahun pertama Arai Agaska di World Sportbike sudah dimulai di Portimao. Kami telah melakukan evaluasi yang penting untuk perbaikan di seri berikutnya. Tambahan latihan di Eropa juga dipersiapkan guna meningkatkan performa, dan kami berharap hasilnya bisa terlihat pada putaran selanjutnya,” kata Wahyu.
