Saksi Mata Ungkap Detik-detik Penusukan Abdillah di Surgi Mufti Banjarmasin

Jenazah Abdillah dimasukkan ke ambulans menuju rumah duka di kawasan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara. Foto-Amrullah/ Suaramilenial.id

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Peristiwa penusukan yang menewaskan Abdillah (28) di kawasan Panglima Batur, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, mulai menemukan titik terang setelah keterangan dari saksi di lokasi kejadian.


Salah satu saksi sekaligus teman korban, Roni (31), mengungkap kronologi kejadian yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut.


Menurut Roni, sebelum insiden terjadi, ia bersama korban sempat mengecek lokasi untuk memancing di kawasan Panglima Batur. Setelah itu, keduanya berniat pulang menggunakan sepeda motor.


Namun, beberapa meter dari lokasi, mereka menghentikan kendaraan karena melihat sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan.


“Kami berhenti karena banyak warga berdiri di situ. Tiba-tiba pelaku datang dan mengancam kami,” ujar Roni saat ditemui di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.


Pelaku yang tidak dikenal itu disebut sempat melontarkan ancaman sebelum akhirnya menyerang korban. 


Dalam situasi tersebut, Abdillah turun dari sepeda motor dan langsung diserang.


“Saya lihat teman saya diserang. Saat saya tarik bajunya, dia sudah kena tusuk di leher. Saya juga kena di tangan kanan,” katanya.


Melihat korban bersimbah darah, Roni berupaya memberikan pertolongan dengan mengikat luka di leher korban menggunakan bajunya untuk menghentikan pendarahan.


“Saya ikat lehernya pakai baju saya, lalu saya minta bantuan ke ayahnya di rumah. Warga di sekitar tidak berani membantu karena takut,” jelasnya.


Korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.


Setelah dilakukan visum luar, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sementara itu, pelaku penusukan masih dalam pencarian pihak kepolisian.


Polisi kini telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap identitas dan motif pelaku dalam kasus tersebut.


Reporter : Amrullah 

Editor      : Muhammad Robby 

Lebih baru Lebih lama