AS dan Iran Sepakati Draf Gencatan Senjata 60 Hari, Trump Belum Beri Persetujuan

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID
, JAKARTA
– Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah menyepakati draf perjanjian untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sekaligus membuka negosiasi menuju penghentian perang secara permanen.

Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan atas kesepakatan tersebut.

Laporan mengenai draf perjanjian itu pertama kali muncul dari sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi antara kedua negara.

Dalam rancangan kesepakatan tersebut, Iran dan AS disebut akan membuka kembali jalur pengiriman dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Selain itu, AS juga disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran serta melonggarkan sebagian sanksi terkait penjualan minyak Iran.

Sebagai bagian dari proses negosiasi, kedua pihak juga akan membahas isu strategis lain, termasuk program nuklir Iran.

Namun, hingga kini pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait usulan kesepakatan tersebut.

Kantor berita Tasnim, yang dekat dengan pemerintah Iran, melaporkan bahwa teks perjanjian masih belum final dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Jika benar terealisasi, kesepakatan itu dinilai menjadi langkah besar menuju perdamaian sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan proses menuju perdamaian masih berlangsung meski belum mencapai tahap akhir.

“Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya,” ujar Vance seperti dikutip Reuters.

“Saya tidak dapat menjamin bahwa kita akan sampai di sana, tetapi saat ini saya merasa cukup optimistis,” lanjutnya.

Pemerintahan Trump sebelumnya beberapa kali menyatakan perang antara AS dan Iran mendekati akhir.

Namun, Iran berulang kali membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa syarat utama perdamaian adalah pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran di luar negeri, serta penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.

Iran juga meminta agar setiap kesepakatan damai mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama