
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Perum Bulog membuka peluang menghidupkan kembali skema tunjangan beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN). Wacana ini muncul di tengah melimpahnya stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton.
Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita mengatakan pihaknya akan menyiapkan proposal resmi untuk diajukan kepada pemerintah. Namun, usulan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut karena berkaitan dengan kondisi fiskal dan kemampuan anggaran negara.
“Mungkin nanti kita akan coba bikinkan proposal, karena itu juga berkaitan dengan ketersediaan anggaran dan kondisi fiskal pemerintah,” ujar Febby di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, penyaluran beras bagi ASN sebenarnya sudah berjalan di beberapa wilayah Indonesia bagian timur. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat distribusi stok beras pemerintah yang saat ini menumpuk di gudang.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani juga mengusulkan agar ASN, TNI, dan Polri kembali menerima beras natura seperti yang pernah diterapkan pada masa lalu.
“Kalau memang dapat restu, dulu TNI, Polri maupun ASN dapat beras natura. Mumpung stok Bulog berlimpah, kami sarankan ke depannya ASN, TNI, dan Polri kembali mendapat beras Bulog,” kata Rizal beberapa waktu lalu.
Beras natura sendiri merupakan bantuan beras yang diberikan pemerintah sebagai bagian dari tunjangan pegawai negara. Skema ini pernah diterapkan ketika kebutuhan pangan ASN, TNI, dan Polri dipenuhi melalui distribusi langsung dari gudang pemerintah.
Bulog menilai pola distribusi nonpasar seperti ini dapat membantu mempercepat penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP). Selain itu, saat ini Bulog juga terus menjalankan distribusi beras SPHP dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, ritel modern, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Rizal menambahkan, jenis beras yang nantinya akan disalurkan melalui skema natura adalah beras medium produksi Bulog.
Sumber : CNN Indonesia