
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbaru yang menargetkan operasi drone Iran. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pun kembali meningkat dan memicu kekhawatiran pasar global.
Pada perdagangan Kamis (28/5/2026), harga minyak Brent yang menjadi acuan internasional naik sekitar 1,8 persen menjadi 95,95 dollar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga meningkat 1,7 persen ke level 90,17 dollar AS per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran gangguan distribusi energi di kawasan Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.
Selain pasar minyak, tekanan juga terjadi di bursa saham Asia. Indeks Hang Seng di Hong Kong tercatat turun lebih dari 1,5 persen seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Militer AS dilaporkan kembali melakukan operasi terhadap fasilitas drone Iran. Seorang pejabat AS menyebut pihaknya menembak jatuh empat drone Iran dan menyerang pusat kendali drone di Bandar Abbas, Iran bagian selatan.
Pejabat tersebut mengatakan operasi itu dilakukan sebagai langkah defensif untuk melindungi pasukan AS dan keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pasukan Iran menargetkan empat kapal di kawasan Selat Hormuz. Kuwait juga disebut mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk merespons ancaman rudal dan drone.
Sebelumnya, pasar sempat berharap ketegangan antara AS dan Iran mulai mereda setelah adanya gencatan senjata sejak awal April 2026. Penurunan harga minyak sehari sebelumnya bahkan memunculkan optimisme bahwa konflik berkepanjangan di Selat Hormuz dapat segera diselesaikan.
Namun, serangan terbaru AS tersebut dinilai di luar perkiraan banyak pihak. Sebelumnya, sejumlah pengamat memperkirakan Washington dan Teheran akan mengarah pada kesepakatan baru guna menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Situasi terbaru ini kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global serta stabilitas keamanan di jalur perdagangan internasional.
Sumber : CNN Indonesia